Begini Cara TikTok Meredam Hoax dan Misinformasi di Platform Mereka

Sabtu, 02 Desember 2023 - 09:24 WIB
loading...
Begini Cara TikTok Meredam Hoax dan Misinformasi di Platform Mereka
TikTok membeberkan caranya mengatasi misinformasi di platform mereka, terutama jelang Pemilu 2024. Foto: Reuters
A A A
JAKARTA - Isu terkait misinformasi dan disinformasi di media sosial memang sedang disorot. Terutama, karena Indonesia akan memasuki tahun politik. Dampaknya: media sosial dibanjiri informasi yang belum tentu benar dan berpotensi menyesatkan.

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mencatat, tingkat hoax yang beredar di Indonesia antara Januari-November 2023 mencapai angka ribuan.

“Dari data TurnBackHoax.id, Januari-November 2023 tingkat hoax untuk isu politik mencapai 53,9 persen. Sedangkan jumlah konten hoax yang beredar mencapai 2.045 konten,” papar Dewi Sari, Strategic Partnerships Mafindo.

Tentu, kemudian menarik untuk mengetahui bagaimana sih cara media sosial mencegah konten-konten misinformasi dan disinformasi di platform mereka?

Head of Communications TikTok Indonesia Anggini Setiawan mengatakan, ada berbagai upaya yang dilakukan TikTok untuk melindungi keamanan pengguna di platform mereka. “Selain dari sisi TikTok sebagai platform, juga dari sisi pengguna,” ungkapnya dalam acara Workshop Jurnalis yang digelar Forum Wartawan Teknologi (Forwat) di Jakarta pada Jumat, 1 Desember 2023.

Tapi, mengapa harus 2 sisi? Menurut Anggi, untuk memberantas misinformasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Tim Moderasi Manusia dan Mesin

Anggini mengatakan, dari sisi TikTok, mereka memiliki tim moderasi yang mengkombinasikan teknologi mesin dan tim moderasi manusia. Kombinasi kedua hal ini penting untuk memberikan konteks lokal terhadap suatu konten dan memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna dijaga dari berbagai sisi.

“Jadi, saat pengguna mengunggah sebuah konten, konten tersebut tidak langsung terunggah. Konten akan melewati beberapa proses moderasi terlebih dahulu, dimulai dari analisis konten secara otomatis,” ujarnya.

Jika sudah melewati tahapan ini dan tidak terindikasi adanya pelanggaran, maka konten tersebut bisa langsung tayang. Sedangkan jika terkena flagging, nanti akan diteruskan ke moderasi manusia untuk ditinjau ulang. Jika lolos, maka konten akan terunggah. “Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan Panduan Komunitas kami, maka konten tidak akan ditayangkan,” jelas Anggini.

Outreach & Partnerships, Trust & Safety, TikTok Indonesia Anbar Jayadi menambahkan, Panduan Komunitas merupakan aturan yang harus dipatuhi oleh semua pengguna ketika berinteraksi dan berkreasi di platform tersebut.

”Panduan Komunitas merupakan serangkaian norma dan kode etik umum untuk TikTok. Termasuk memberikan panduan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menciptakan ruang yang ramah bagi semua orang,” ungkap Anbar.

“Yang melanggar, kontennya kami hapus. Yang melanggar berulang kali, akunnya kami takedown. Dalam konteks tertentu, kami juga dapat melaporkan kepada pihak otoritas, misalnya kasus-kasus serius seperti percobaan bunuh diri, penyiksaan anak, dan lainnya,” tambahnya.

Melalui Panduan Komunitas, TikTok memberikan 7 tema besar panduan, termasuk di antaranya topik keamanan dan kesejahteraan remaja, integritas dan keaslian, keamanan dan keberadaban, aktivitas komersial dan barang yang diatur, kesehatan mental dari perilaku, privasi dan keamanan, serta tema sensitif dan dewasa.



Anggini menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Mafindo.

“Dengan mencantumkan akun TikTok Mafindo di Pusat Panduan Pemilu 2024, Mafindo membantu kami melawan penyebaran misinformasi di platform lewat prebunking, yakni menyediakan konten-konten edukasi melalui akun Mafindo di TikTok,” ungkap Anggini.
(dan)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1213 seconds (0.1#10.140)