Diharapkan Pulih Tahun 2045, Lubang Ozon di Antartika Malah Makin Besar
Rabu, 22 November 2023 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya, menurut para peneliti Selandia Baru yang terlibat dalam studi baru di jurnal Nature Communications belum ada pengurangan signifikan pada area lubang ozon di Antartika meskipun terjadi penurunan CFC. Bahkan semakin sedikit ozon di tengah lubang tersebut seiring berjalannya waktu.
![Diharapkan Pulih Tahun 2045, Lubang Ozon di Antartika Malah Makin Besar]()
“Enam dari sembilan tahun terakhir jumlah ozon yang sangat rendah dan lubang ozon sangat besar. Ini terjadi mungkin karena perubahan iklim sehingga menutupi sebagian proses pemulihan lapisan ozon,” kata Annika Seppala dari Universitas Otago Selandia Baru kepada AFP, Rabu (22/11/2023).
Ilmuwan ozon terkemuka Susan Solomon, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan kepada AFP bahwa penelitian ini harus dilihat dari sudut pandang lain. Mengingat beberapa tahun terakhir ini sangat tidak biasa.
Baca juga; Lubang Ozon di Atas Antartika Terbuka 16 Juta Km Persegi, Dampaknya Bikin Khawatir
Solomon menunjukkan bahwa lubang ozon pada tahun 2020 menjadi 10% lebih luas akibat kebakaran hutan besar-besaran "Sabtu Hitam" di Australia. Letusan dahsyat gunung berapi Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai di lepas pantai Tonga pada tahun 2022 juga diyakini telah mempengaruhi tingkat ozon saat ini.

“Enam dari sembilan tahun terakhir jumlah ozon yang sangat rendah dan lubang ozon sangat besar. Ini terjadi mungkin karena perubahan iklim sehingga menutupi sebagian proses pemulihan lapisan ozon,” kata Annika Seppala dari Universitas Otago Selandia Baru kepada AFP, Rabu (22/11/2023).
Ilmuwan ozon terkemuka Susan Solomon, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan kepada AFP bahwa penelitian ini harus dilihat dari sudut pandang lain. Mengingat beberapa tahun terakhir ini sangat tidak biasa.
Baca juga; Lubang Ozon di Atas Antartika Terbuka 16 Juta Km Persegi, Dampaknya Bikin Khawatir
Solomon menunjukkan bahwa lubang ozon pada tahun 2020 menjadi 10% lebih luas akibat kebakaran hutan besar-besaran "Sabtu Hitam" di Australia. Letusan dahsyat gunung berapi Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai di lepas pantai Tonga pada tahun 2022 juga diyakini telah mempengaruhi tingkat ozon saat ini.
(wib)
Lihat Juga :