Bill Gates Sebut Ada yang Lebih Parah dari Bencana COVID-19, Apa Itu?

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 10:22 WIB
loading...
Bill Gates Sebut Ada...
Pendiri Microsoft, Bill Gates, memperingatkan adanya satu isu lagi yang lebih parah bagi warga Bumi yakni krisis perubahaan iklim. Foto/Ist
A A A
REDMOND - Salah satu pendiri Microsoft , Bill Gates, memperingatkan, meskipun pandemik COVID-19 saat ini belum usai, masih ada satu isu lagi yang lebih parah yakni krisis perubahaan iklim. (Baca juga: Trump Minta Potongan, Akuisisi TikTok seperti Permainan Mafia )

Gates mengatakan, saat ini sulit untuk fokus pada hal lain selain pandemik virus Corona, namun harus ada upaya cepat untuk menangani perubahan iklim. Kalau tidak, akan sulit bagi manusia menghindari bencana iklim.

"Jika kalian ingin memahami jenis kerusakan yang akan ditimbulkan oleh perubahan iklim, lihat COVID-19 dan sebarkan rasa sakitnya dalam jangka waktu yang lebih panjang," tulis Gates dalam unggahan blog dikutip dari CNET, Jumat (7/8/2020).

"Hilangnya kehidupan dan kesengsaraan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi ini setara dengan apa yang akan terjadi secara teratur jika kita tidak menghilangkan emisi karbon dunia," lanjut tulisan tersebut.

Berdasarkan jumlah kematian COVID-19 saat ini, Gates mengatakan sekitar 14 per 100.000 orang telah meninggal karena virus Corona. Namun dalam 40 tahun, katanya, kenaikan suhu diperkirakan akan meningkatkan angka kematian global dengan angka yang sama. Bahkan angkanya lebih banyak yaitu 73 kematian per 100.000 orang pada tahun 2100.

"Pada 2060, perubahan iklim bisa sama mematikannya dengan COVID-19, dan pada 2100 bisa lima kali lebih mematikan," kata Gates.

Di sisi lain, kerusakan ekonomi akibat perubahan iklim akan setara dengan pandemik COVID-19 setiap dekade. Pandemik COVID-19 memang telah mengurangi gas rumah kaca untuk tahun 2020 berkat lalu lintas mobil dan udara yang terhenti, tapi Gates menegaskan kemungkinan hanya akan mengurangi total 8% atau 47 miliar ton karbon. (Baca juga: Bukan Isapan Jempol, Karyawan Swasta Dipastikan Dapat Gaji Tambahan Rp600 Ribu )

Bahkan pengurangan kecil ini tidak berkelanjutan, karena lebih karena adanya lockdown daripada solusi untuk perubahan iklim. Inovasi yang melibatkan cara menghasilkan listrik, memproduksi produk, menumbuhkan makanan, menghangatkan dan mendinginkan bangunan, dan mengirimkan produk secara global dengan cara tanpa karbon diperlukan sebanyak tes perawatan dan vaksin COVID-19.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Rekomendasi
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Berita Terkini
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Infografis
5 Makanan yang Mengandung...
5 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi dari Bayam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved