Mengenal Phishing, Ancaman Nyata di Dunia Digital

Kamis, 16 November 2023 - 12:00 WIB
loading...
Mengenal Phishing, Ancaman...
Phishing berasal dari kata fishing, yang artinya menangkap atau menarik sesuatu. (Foto: Freepik)
A A A
JAKARTA - Di era digital seperti saat ini, keamanan informasi menjadi hal yang sangat vital. Salah satu ancaman utama yang seringkali menimbulkan risiko keamanan adalah praktik phishing.

Phishing dikenal sebagai upaya untuk memperoleh informasi pribadi seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data penting lainnya dengan menyamar sebagai entitas terpercaya.

Untuk memahami lebih dalam mengenai ancaman ini, berikut penjelasan apa itu phishing, cara kerjanya, dan langkah-langkah untuk melindungi diri dari serangan tersebut.

Apa Itu Phishing?


Phishing berasal dari kata "fishing," yang artinya menangkap atau menarik sesuatu. Dalam konteks keamanan informasi, phishing sebagai praktik memanfaatkan trik dan manipulasi untuk mendapatkan informasi sensitif dari korban. Umumnya, pelaku phishing berusaha untuk membuat korban percaya bahwa mereka berinteraksi dengan entitas yang sah, seperti bank, situs web e-commerce, atau layanan online lainnya.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Phising yang Lahir Sejak 1996

Cara Kerja Phishing

1. Email Phishing


Salah satu metode paling umum melalui email. Pelaku akan mengirimkan email palsu yang tampaknya berasal dari sumber terpercaya. Email tersebut seringkali berisi tautan yang mengarah ke situs web palsu yang dirancang mirip dengan situs resmi. Begitu pengguna mengakses situs tersebut dan memasukkan informasi pribadi, pelaku phishing akan mendapatkan akses ke data tersebut.

2. Phishing melalui Media Sosial


Dalam beberapa kasus, pelaku phishing juga dapat menggunakan media sosial. Mereka dapat membuat akun palsu yang meniru akun resmi dari perusahaan atau organisasi tertentu. Dengan berinteraksi secara langsung melalui media sosial, pelaku mencoba mendapatkan informasi pribadi atau menyebarkan tautan berbahaya.

3. Phishing melalui Pesan Instan


Penggunaan pesan instan atau pesan singkat juga menjadi media bagi pelaku phishing. Mereka dapat mengirimkan pesan palsu dengan tautan berbahaya atau lampiran yang dapat membahayakan keamanan informasi.

Baca Juga: Waspada Modus Phising Lewat Tautan Giveaway PS5

Langkah-Langkah untuk Melindungi Diri dari Phishing

1. Waspadai Email yang Mencurigakan


Selalu periksa alamat email pengirim dan pastikan bahwa itu benar-benar berasal dari sumber yang terpercaya. Jangan mengklik tautan atau mengunduh lampiran dari email yang mencurigakan.

2. Periksa Situs Web


Sebelum memasukkan informasi pribadi, pastikan bahwa situs web yang Anda kunjungi memiliki protokol keamanan (https://). Jika situs tersebut terlihat mencurigakan atau tidak sesuai dengan situs resmi, hindari memberikan informasi sensitif.

3. Perbarui Perangkat Lunak Keamanan


Pastikan perangkat lunak keamanan pada perangkat selalu diperbarui. Ini termasuk antivirus, anti-malware, dan perangkat lunak keamanan lainnya yang dapat membantu mendeteksi dan mencegah serangan phishing .

4. Pendidikan dan Kesadaran


Tingkatkan pengetahuan Anda tentang phishing dan bagaimana cara mengidentifikasinya. Pendidikan dan kesadaran dapat menjadi lapisan pertahanan yang efektif dalam melawan serangan phishing.

5. Gunakan Autentikasi Dua Faktor


Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) di akun-akun online Anda. Ini menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan memerlukan konfirmasi tambahan selain kata sandi.

Dengan memahami apa itu phishing dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri, pengguna dapat meminimalkan risiko terhadap ancaman ini. Keamanan digital merupakan tanggung jawab bersama, dan pengetahuan tentang praktik-praktik keamanan dapat menjaga data pribadi dan keuangan tetap aman di dunia digital yang penuh dengan risiko.

MG/Al Ghifari
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Peringatan Keamanan...
Peringatan Keamanan Temukan AC, TV, dan Mesin Cuci Bisa Diretas
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
16 Tahun ITSEC Asia:...
16 Tahun ITSEC Asia: Produk Baru Ini Jadi Senjata Baru Lawan Kejahatan Digital
2 Tahun Perjalanan Defend...
2 Tahun Perjalanan Defend IT360: Evolusi Keamanan Siber Melalui Teknologi SIEM Mutakhir
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Rekomendasi
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved