Mengenal Modus Voice Phising, Jenis Baru Penipuan Online
Selasa, 04 April 2023 - 20:21 WIB
loading...
Voice phising jadi penipuan online yang wajib dicermati karena sangat berbahaya. Foto: Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Modus penipuan online voice phising atau vishing harus diwaspadai, karena mudah sekali menjerat pengguna yang tidak waspada. Modus-modus penipuan siber semakin kreatif dan sulit dideteksi. Mulai modus foto paket, undangan, atau bahkan surat tilang dengan format APK yang dikirim melalui aplikasi pesan singkat.
Yang terbaru, modus voice phising atau vishing semakin marak. Caranya sangat rapi, membuat orang mudah lengah. Vishing adalah modus penipuan yang dilakukan oleh operator mesin atau robot yang menelpon melalui telepon rumah yang dibuat begitu meyakinkan seolah-olah mereka memang mewakili sebuah perusahaan tertentu.
Pakar keamanan siber dan Presiden Direktur ITSEC Asia, Andri Hutama Putra menjelaskan bahwa Vishing memiliki skenario dan operandi beragam.
“Vishing yang sedang ramai ini biasa dilakukan oleh pelaku penipuan melalui telepon rumah. Bahkan, pelaku kerap memanfaatkan sistem suara robot untuk menelpon korbannya. Pelaku umumnya berpura-pura berasal dari institusi resmi, seperti bank atau organisasi pemerintah,” tutur Andri Hutama Putra.
Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk melakukan pemalsuan identitas yang nantinya akan membantu para pelaku melancarkan aksi-aksi mereka berikutnya.
Yang terbaru, modus voice phising atau vishing semakin marak. Caranya sangat rapi, membuat orang mudah lengah. Vishing adalah modus penipuan yang dilakukan oleh operator mesin atau robot yang menelpon melalui telepon rumah yang dibuat begitu meyakinkan seolah-olah mereka memang mewakili sebuah perusahaan tertentu.
Pakar keamanan siber dan Presiden Direktur ITSEC Asia, Andri Hutama Putra menjelaskan bahwa Vishing memiliki skenario dan operandi beragam.
“Vishing yang sedang ramai ini biasa dilakukan oleh pelaku penipuan melalui telepon rumah. Bahkan, pelaku kerap memanfaatkan sistem suara robot untuk menelpon korbannya. Pelaku umumnya berpura-pura berasal dari institusi resmi, seperti bank atau organisasi pemerintah,” tutur Andri Hutama Putra.
Menggunakan Sistem Robocall
Upaya vishing biasanya bertujuan untuk membujuk korban agar memberikan data pribadi mereka atau informasi sensitif lainnya.Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk melakukan pemalsuan identitas yang nantinya akan membantu para pelaku melancarkan aksi-aksi mereka berikutnya.
Lihat Juga :