Thailand Uji Coba Teknologi Peringatan Bencana lewat Smartphone
Jum'at, 25 April 2025 - 10:19 WIB
loading...
Gempa di Jepang awal Tahun 2024. FOTO/ REUTERS
A
A
A
BANGKOK - Thailand akan melakukan uji coba sistem peringatan bencana telepon seluler pada bulan Mei sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
BACA JUGA - Dahsyatnya Gempa Bumi Turki-Suriah, Berikut Peristiwa Gempa Bumi pada Era Para Nabi
Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM), Phasakorn Boonyalak mengatakan bahwa uji coba pertama sistem Penyiaran Seluler negara itu, yang dilaksanakan bekerja sama dengan enam lembaga, akan diadakan pada tanggal 2, 7 dan 13 Mei untuk menilai keakuratan dan kecepatan penyampaian peringatan kepada masyarakat di berbagai daerah.
"Uji coba ini bertujuan untuk menilai koordinasi antar instansi serta keandalan teknis sistem yang ada guna memastikan peringatan dini dapat disampaikan tepat waktu kepada warga di wilayah rawan," ujarnya dalam keterangan tertulis di situs web Humas Kemenhub, Kamis.
Phasakorn mengatakan pengujian tersebut akan melibatkan tiga tingkat kewaspadaan: skala kecil (dalam ruangan), skala sedang (tingkat distrik) dan skala besar (tingkat provinsi).
Ia menjelaskan bahwa pengujian tersebut akan meniru siaran darurat sesungguhnya, dengan pesan otomatis muncul di layar ponsel disertai nada peringatan yang keras.
"Pesan pengujian akan berbunyi: 'Ini adalah pesan pengujian dari DDPM. Tidak ada tindakan yang diperlukan.'" "Pemberitahuan akan dikirim dalam bahasa Thailand dan Inggris untuk menghindari kepanikan di masyarakat," katanya.
BACA JUGA - Dahsyatnya Gempa Bumi Turki-Suriah, Berikut Peristiwa Gempa Bumi pada Era Para Nabi
Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM), Phasakorn Boonyalak mengatakan bahwa uji coba pertama sistem Penyiaran Seluler negara itu, yang dilaksanakan bekerja sama dengan enam lembaga, akan diadakan pada tanggal 2, 7 dan 13 Mei untuk menilai keakuratan dan kecepatan penyampaian peringatan kepada masyarakat di berbagai daerah.
"Uji coba ini bertujuan untuk menilai koordinasi antar instansi serta keandalan teknis sistem yang ada guna memastikan peringatan dini dapat disampaikan tepat waktu kepada warga di wilayah rawan," ujarnya dalam keterangan tertulis di situs web Humas Kemenhub, Kamis.
Phasakorn mengatakan pengujian tersebut akan melibatkan tiga tingkat kewaspadaan: skala kecil (dalam ruangan), skala sedang (tingkat distrik) dan skala besar (tingkat provinsi).
Ia menjelaskan bahwa pengujian tersebut akan meniru siaran darurat sesungguhnya, dengan pesan otomatis muncul di layar ponsel disertai nada peringatan yang keras.
"Pesan pengujian akan berbunyi: 'Ini adalah pesan pengujian dari DDPM. Tidak ada tindakan yang diperlukan.'" "Pemberitahuan akan dikirim dalam bahasa Thailand dan Inggris untuk menghindari kepanikan di masyarakat," katanya.
Lihat Juga :