Merawat Pasien Korban Kekejaman Zionis, Ahli Bedah Palestina Andalkan Lampu Ponsel
Minggu, 22 Oktober 2023 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
“Kami harus membiarkan mereka mati. Mereka tiba di sini hidup-hidup. Beberapa hari lalu, kami memperingatkan risiko kehabisan bahan bakar. Hari ini (Kamis), hal itu mulai terjadi,''
“Kami merawat pasien hanya dengan menggunakan lampu portabel. Kami tidak memiliki banyak tempat tidur ICU. Kami gagal menyelamatkan lebih banyak orang. Jika hal ini terus berlanjut, akan lebih banyak anak-anak dan perempuan yang meninggal tanpa pertolongan medis,” kata Qandeel seperti dilansir dari Teheran News, Minggu (22/10/2023).
Klip video lainnya menunjukkan orang-orang berlari menuju area dekat rumah sakit yang terkena serangan udara Israel untuk mengeluarkan korban dari bawah reruntuhan. Tim penyelamat berseragam terlihat membawa korban ketika orang-orang berteriak ketakutan.
Lebih dari 200 truk dan sekitar 3.000 ton bantuan telah dikumpulkan di Penyeberangan Rafah, namun pekerjaan perbaikan belum dimulai untuk memperbaiki jalan di sisi Gaza yang rusak akibat serangan udara.
“Kami merawat pasien hanya dengan menggunakan lampu portabel. Kami tidak memiliki banyak tempat tidur ICU. Kami gagal menyelamatkan lebih banyak orang. Jika hal ini terus berlanjut, akan lebih banyak anak-anak dan perempuan yang meninggal tanpa pertolongan medis,” kata Qandeel seperti dilansir dari Teheran News, Minggu (22/10/2023).
Klip video lainnya menunjukkan orang-orang berlari menuju area dekat rumah sakit yang terkena serangan udara Israel untuk mengeluarkan korban dari bawah reruntuhan. Tim penyelamat berseragam terlihat membawa korban ketika orang-orang berteriak ketakutan.
Lebih dari 200 truk dan sekitar 3.000 ton bantuan telah dikumpulkan di Penyeberangan Rafah, namun pekerjaan perbaikan belum dimulai untuk memperbaiki jalan di sisi Gaza yang rusak akibat serangan udara.
(wbs)
Lihat Juga :