Mengenal ARHEA, Drone Canggih Buatan Indonesia untuk Memantau Kondisi Air Laut
Senin, 09 Oktober 2023 - 12:58 WIB
loading...
Sambut KTT, drone canggih buatan Indonesia ARHEA mendapat dana dari AIS Forum. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Dosen Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Bandung Noir Primadona Purba menciptakan drone canggih yang dapat melakukan pemantauan kondisi air laut serta pergerakan arus yang dapat berubah.
Melansir keterangan resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) alat tersebut dinamakan ARHEA (Advanced Drifter GPS Oceanography Coverage Area), memiliki bentuk berupa tabung aluminium berwarna kuning sepanjang 1 meter dengan diameter 144 milimeter dan bobot 15 kilogram.
Tabung tersebut dipasangi berbagai sensor, baterai, penyimpan data, GPS, serta sistem komunikasi lewat radio dan satelit. Alat ini dipasangi pelampung yang dapat mengikuti arus air laut, dengan cara kerja mirip pesawat nirawak atau drone tapi di bawah air.
Bukan hanya dipermukaan, ARHEA juga dapat menyelam hingga kedalaman maksimal 200 meter di bawah permukaan laut. Alat ini secara umum ditujukan untuk mengukur arus secara lagrangian.
Sebelum mencapai batas jarak terdalam, sensor akan memberi sinyal agar alat segera naik dengan dorongan mesin rotor yang dipasang di bagian dasar tabung. ARHEA digerakkan oleh baterai isi ulang yang dapat diisi setiap tiga bulan.
Melansir keterangan resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) alat tersebut dinamakan ARHEA (Advanced Drifter GPS Oceanography Coverage Area), memiliki bentuk berupa tabung aluminium berwarna kuning sepanjang 1 meter dengan diameter 144 milimeter dan bobot 15 kilogram.
Tabung tersebut dipasangi berbagai sensor, baterai, penyimpan data, GPS, serta sistem komunikasi lewat radio dan satelit. Alat ini dipasangi pelampung yang dapat mengikuti arus air laut, dengan cara kerja mirip pesawat nirawak atau drone tapi di bawah air.
Bukan hanya dipermukaan, ARHEA juga dapat menyelam hingga kedalaman maksimal 200 meter di bawah permukaan laut. Alat ini secara umum ditujukan untuk mengukur arus secara lagrangian.
Sebelum mencapai batas jarak terdalam, sensor akan memberi sinyal agar alat segera naik dengan dorongan mesin rotor yang dipasang di bagian dasar tabung. ARHEA digerakkan oleh baterai isi ulang yang dapat diisi setiap tiga bulan.
Lihat Juga :