Lubang Ozon di Atas Antartika Semakin Membesar, Ukurannya 3 Kali Lebih Besar dari Brasil
Kamis, 05 Oktober 2023 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 1991, letusan Gunung Pinatubo melepaskan sejumlah besar sulfur dioksida yang kemudian diketahui telah memperparah penipisan lapisan ozon. Penipisan ozon bergantung pada suhu yang sangat dingin karena hanya pada suhu minus 78 derajat Celcius jenis awan tertentu, yang disebut awan stratosfer kutub, dapat terbentuk.
Baca juga; Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut
Awan dingin ini mengandung kristal es yang mengubah bahan kimia inert menjadi senyawa reaktif, sehingga merusak ozon. Penipisan ozon di benua beku ini pertama kali terlihat pada tahun 1985 dan selama 35 tahun terakhir berbagai upaya telah dilakukan untuk mencoba menutup lubang tersebut.
Para ahli yakin bahwa Protokol Montreal yang diperkenalkan pada tahun 1987 telah membantu lubang tersebut pulih. Namun, pengukuran tahun ini dari satelit Copernicus Sentinel-5P Eropa menunjukkan lubang semakin meluas sehingga menjadi pukulan telak bagi ilmuwan.
Baca juga; Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut
Awan dingin ini mengandung kristal es yang mengubah bahan kimia inert menjadi senyawa reaktif, sehingga merusak ozon. Penipisan ozon di benua beku ini pertama kali terlihat pada tahun 1985 dan selama 35 tahun terakhir berbagai upaya telah dilakukan untuk mencoba menutup lubang tersebut.
Para ahli yakin bahwa Protokol Montreal yang diperkenalkan pada tahun 1987 telah membantu lubang tersebut pulih. Namun, pengukuran tahun ini dari satelit Copernicus Sentinel-5P Eropa menunjukkan lubang semakin meluas sehingga menjadi pukulan telak bagi ilmuwan.
(wib)
Lihat Juga :