Pupuk Budaya Keamanan Siber di Indonesia Sejak Dini

Selasa, 26 September 2023 - 18:32 WIB
loading...
A A A
Isu keamanan siber juga menjadi bidikan utama pemerintahan Joe Biden dan Kamala Harris. Dalam dokumen resmi pemerintah AS yang dimuat dalam laman White House, Biden dan Harris menekankan bahwa pemerintah harus menggunakan segala alat keamanan nasional untuk mampu menjaga keamanan dunia maya.

Perlunya Kolaborasi, Bukan Kerja Sendiri

Jika ingin menciptakan iklim keamanan siber yang aman, kolaborasi berbagai sektor adalah jalan terbaik. Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) sudah mengajak kolaborasi pentahelix guna meningkatkan keamanan siber. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak talenta ahli keamanan digital berkualitas nomor wahid. Apalagi, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) melaporkan bahwa ada sekitar 370 juta serangan siber pada tahun 2022. Hal tersebut adalah pendorong utama patut dilakukannya kolaborasi yang lebih aktif dalam budaya keamanan siber, bukan kerja sendiri.

Kolaborasi yang dilakukan Kominfo, misalnya, sudah sangat baik dengan visi mencetak talenta muda keamanan siber. Gerakan Nasional Literasi Digital, Program Talent Scholarship, dan Program Digital Leadership Academy, adalah sederet program Kominfo dari tingkat dasar hingga lanjutan dengan kolaborasi dengan banyak pihak, seperti akademisi, industri, dan lembaga non pemerintah lainnya.

Pada bidang pendidikan, mata pelajaran mengenai keamanan siber baiknya dilakukan sedini mungkin. Tentu, anak-anak di bangku SD belum mengerti dan meyerap pelajaran keamanan siber dengan mudah. Maka dari itu, pelajaran dasar mengenai internet atau TIK diperkenalkan secara komprehensif sejak SD.

Seiring meningkatnya jenjang pendidikan, para siswa tentunya bisa diberikan pelajaran mengenai keamanan siber, meskipun masih menjadi bagian dari mata pelajaran TIK. Walaupun begitu, para siswa sudah bisa mendeteksi dengan dini apa saja jenis-jenis pencurian data dan bagaimana cara mengamankan data pribadi mereka. Jika anak-anak sudah memiliki bekal sejak awal, maka visi untuk memiliki talenta muda penjaga siber Indonesia akan mudah terwujud.

Indonesia memang sudah memiliki beberapa universitas yang memiliki mata kuliah keamanan siber, sebut saja Universitas Tanjungpura, Universitas Surabaya, Binus University, dan Telkom University. Sayangnya, belum banyak kampus di Indonesia yang menyediakan jurusan tersebut, padahal prospek yang ditawarkan sangat menggiurkan. Mari belajar dari AS yang memiliki 178 gelar sarjana berbeda di bidang keamanan siber dan tersebar di seluruh wilayah negara. Lagi-lagi, AS berusaha sebaik mungkin untuk mengimplementasikan pesan Obama untuk memperkuat segala sektor untuk menjaga keamanan siber, termasuk dari sisi pendidikan.

Kolaborasi antara Kominfo, Kemendikbud, BSSN, dan pihak lain untuk memasifkan prodi keamanan siber adalah jalan yang bisa ditempuh. Terlebih, jurusan kuliah seputar komputer dan informasi (ilmu komputer, teknik komputer, teknologi informasi, dan sistem informasi) adalah sederet jurusan yang banyak dibidik calon mahasiswa baru.

Baca Juga: Pengguna Internet Indonesia Tembus 215 Juta Jiwa, Kebanyakan untuk Sosmed

Contohnya adalah Universitas Indonesia (UI) yang memiliki total peminat hingga 609 ribu untuk jurusan Ilmu Komputer, Teknik Komputer, dan Sistem Informasi pada SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) tahun 2022. Antusiasme calon mahasiswa baru untuk mempelajari sistem informasi bisa dijadikan ‘sasaran empuk’ pemerintah untuk memasifkan pelajaran mengenai keamanan siber.

Jika sudah berhasil, keamanan siber bisa dimasukkan ke seluruh jurusan dan dikategorikan sebagai mata kuliah pilihan. Budaya keamanan siber harus dipupuk sejak dini. Literasi mengenai siber juga harus gencar diberikan kepada masyarakat, terutama para pelajar. Dengan begitu, budaya keamanan siber bisa mandarah daging dan membentuk masyarakat yang lebih kuat.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
China Curigai Proses...
China Curigai Proses Pembelian Manus oleh Meta
Cloudflare Ungkap Tren...
Cloudflare Ungkap Tren Penggunaan Internet 2025 Naik 19%
Dari 30 Hari Jadi 3...
Dari 30 Hari Jadi 3 Hari: Pabrik Sawit Koperasi Suntik Digital SAP, Margin Laba Petani Naik hingga 4 Persen!
Strategi Digital Marketing...
Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Keuntungan dan Otoritas Pasar Bisnis
DPR AS Selidiki Starlink...
DPR AS Selidiki Starlink Milik Elon Musk Terkait Penipuan di Myanmar
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Rebranding Inhealth,...
Rebranding Inhealth, Strategi Perkuat Layanan dan Digitalisasi
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Rekomendasi
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Berita Terkini
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved