Perangi Hoaks, YouTube Mulai Verifikasi Konten Kesehatan
Sabtu, 09 September 2023 - 19:45 WIB
loading...
YouTube mulai melakukan verifikasi terhadap konten-konten kesehatan di Inggris. (Foto: Tech Crouch)
A
A
A
JAKARTA - YouTube mulai melakukan verifikasi terhadap konten-konten kesehatan di Inggris, untuk melawan maraknya hoaks. Para pendaftar yang lolos akan diberikan lencana khusus di bawah namanya.
Hal ini untuk mengidentifikasi mereka sebagai petugas kesehatan asli dan berlisensi. Dikutip dari BBC News, Sabtu (9/9/2023) Dr Simi Adedeji, YouTuber yang fokus pada kesehatan kulit dan kesehatan wanita, mengatakan, tenaga kesehatan profesional divalidasi melalui proses ketat berdasarkan kolaborasi YouTube dengan Academy of Medical Royal Colleges (AoMRC) dan NHS, serta pemangku kepentingan lainnya seperti Royal College of Nursing.
Para YouTuber harus memiliki izin medis aktif, dan tidak boleh memposting video apa pun yang mengandung disinformasi. YouTuber yang melanggar aturan, berpotensi kehilangan status validasinya, atau bahkan akun YouTube-nya.
Baca Juga: 5 Akun TikTok dengan Konten Kesehatan Mental
Kendati demikian, konten-konten dari para YouTuber ini hanya dimaksudkan untuk tujuan edukasi. Bukan untuk menggantikan peran dokter.
Hal ini untuk mengidentifikasi mereka sebagai petugas kesehatan asli dan berlisensi. Dikutip dari BBC News, Sabtu (9/9/2023) Dr Simi Adedeji, YouTuber yang fokus pada kesehatan kulit dan kesehatan wanita, mengatakan, tenaga kesehatan profesional divalidasi melalui proses ketat berdasarkan kolaborasi YouTube dengan Academy of Medical Royal Colleges (AoMRC) dan NHS, serta pemangku kepentingan lainnya seperti Royal College of Nursing.
Para YouTuber harus memiliki izin medis aktif, dan tidak boleh memposting video apa pun yang mengandung disinformasi. YouTuber yang melanggar aturan, berpotensi kehilangan status validasinya, atau bahkan akun YouTube-nya.
Baca Juga: 5 Akun TikTok dengan Konten Kesehatan Mental
Kendati demikian, konten-konten dari para YouTuber ini hanya dimaksudkan untuk tujuan edukasi. Bukan untuk menggantikan peran dokter.
Lihat Juga :