Google Rayu Samsung Hilangkan Bixby dan Galaxy Apps

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 06:02 WIB
loading...
Google Rayu Samsung...
Ilustrasi Gerai Samsung. FOTO/ IST
A A A
SEOUL - Samsung sedang mempertimbangkan untuk melepas asisten virtual Bixby dan Galaxy Apps Store dari perangkat seluler mereka. hal ini sebagai bagian dari kesepakatan pembagian pendapatan dengan perusahaan induk Google, Alphabet.

Kendati demikian, Samsung mengatakan tidak memiliki rencana untuk benar-benar menghilangkan Bixby an Galaxy Store dari perangkatnya. Sebab, kedua layanan tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem Galaxy. BACA JUGA - Gawat, NASA Sebut Rover Mars Perseverance Bermasalah di Luar Angkasa

"Kami tetap berkomitmen pada layanan dan ekosistem kami sendiri," kata pihak Samsung dikutip dari Reuters, Jumat (31/7/2020).

Menurut seseorang yang tau mengenai masalah tersebut, Google telah mencoba selama bertahun-tahun untuk membuat Samsung menghentikan kedua miliknya.

Google yang perangkat lunak Android-nya berjalan di ponsel Samsung dan puluhan perusahaan teknologi lainnya itu terkadang sebagai insentid memberi sebagian pendapatan iklan yang dihasilkan dari aplikasi Google yang ditampilka di perangkat produsen.

Namun, Samsung berupaya keras mempromosikan aplikasinya sendiri agar menghasilkan pendapatan, meskipun mereka berjuang bertahun-tahun untuk mempromosikan layanan itu kepada pengguna.

Rinci dalam negosiasi antar kedua perusahaan tidak diketahui. Tapi, menurut sumber, Google membuat persyaratan yang lebih menguntungkan untuk Samsung dibanding dalam kesepakatan sebelumnya jika mundur dari strategi aplikasinya tersebut.

Google sendiri mengatakan, akan secara rutin membahas cara untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan para mitra, dan Samsung tetap bebas untuk membuat app store dan asisten digitalnya sendiri.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
Samsung Akui Tak Berdaya...
Samsung Akui Tak Berdaya Hadapi Gempuran Produk China
Ini Pemicu Samsung Berhenti...
Ini Pemicu Samsung Berhenti Jualan TV dan Perangkat Elektronik
Alasan Galaxy S26 Ultra...
Alasan Galaxy S26 Ultra Disebut AI Phone Paling Matang untuk Kerja Mobile di 2026
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Dua Lipa Gugat Samsung...
Dua Lipa Gugat Samsung Rp260 Miliar Gara-gara Foto Dipakai di Kardus TV Tanpa Izin
Dorong Literasi AI,...
Dorong Literasi AI, Google Indonesia Lantik 2.000 Student Ambassadors
Rekomendasi
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved