5 Fakta Luna 25 Rusia, Gagal Mendarat di Bulan Akibat Salah Orbit
Minggu, 27 Agustus 2023 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
2. Membawa 8 Instrumen Sains

Luna 25 membawa delapan instrumen sains, yaitu ADRON-LR (spektrometer sinar gamma dan neutron untuk mempelajari regolit permukaan), ARIES-L (pendeteksi partikel bermuatan dan netral di eksosfer kutub), LIS-TV-RPM (spektrometer infra-merah, mengukur air permukaan dan OH dipasang pada LRA), spektrometer massa LASMA-LR (untuk mengukur komposisi sampel regolit (1 - 2 cm kubik) dari LRA menggunakan ablasi laser).
Selanjutnya ada Detektor PML (untuk mempelajari debu di eksosfer kutub), STS-L (sistem pencitraan panorama dan lokal), THERMO-L (mempelajari sifat termal regolith), dan panel laser retroreflector (memiliki kecepatan transmisi data ke Bumi direncanakan sebesar 4 Mbits/detik).
3. Berisi 950 Kg Bahan Bakar
Pendarat Luna 25 memiliki pangkalan berkaki empat yang berisi roket pendaratan dan tangki propelan (bahan bakar), kompartemen atas menampung panel surya, peralatan komunikasi, komputer di dalam pesawat, pemanas dan radiator radiotermal, dan sebagian besar peralatan sains. Massa keringnya sekitar 800 kg, dan diperkirakan memiliki sekitar 950 kg propelan saat diluncurkan.Baca juga; Rusia Luncurkan Pendarat Bulan Luna-25, Pertama Kali dalam 47 Tahun
Pendarat ini memiliki Lunar Robotic Arm (Lunar Manipulator Complex/LRA) sepanjang 1,6 meter untuk memindahkan dan mengumpulkan regolit permukaan hingga kedalaman 20 hingga 30 cm. Massa total LRA adalah 5,5 kg, menggunakan daya nominal 30 W, dan daya maksimum 50 W.
4. Ditargetkan Beroperasi Setahun di Bulan

Misi Luna 25 ditargetkan melakukan pendaratan di wilayah kutub selatan bulan, lokasi pendaratan utama berada di sebelah utara kawah Boguslavsky. Lokasi pendaratan cadangan berada di barat daya kawah Manzini.
Lihat Juga :