Setelah India, Giliran Jepang Luncurkan Misi ke Bulan dengan Pesawat Moon Sniper
Minggu, 27 Agustus 2023 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Pesawat ruang angkasa tersebut akan mendarat di lereng Kawah Shioli, fitur tumbukan yang relatif baru dengan lebar 300 meter di Mare Nectaris. Posisinya sekitar 13 derajat lintang selatan dan 25 derajat bujur timur di sisi dekat bulan.
Pesawat ruang angkasa SLIM berbobot 1.300 pon atau 590 kilogram, dengan sekitar dua pertiganya adalah bahan bakar. SLIM akan menggunakan lima kaki kisi aluminium setengah lingkaran untuk pendaratan dan membantunya mendarat di lereng.
Jika berhasil, Jepang akan menjadi negara kelima yang berhasil melakukan pendaratan lunak di bulan. Peluncuran ini dilakukan beberapa hari setelah India menjadi negara keempat dengan misi Chandrayaan-3.
Baca juga; Berpacu dengan India, Pendarat Bulan Rusia Luna-25 Sukses Ambil Foto Permukaan Bulan
Tujuan misi utamanya adalah mendemonstrasikan pendaratan yang "tepat", sekaligus membuktikan sistem ringan untuk eksplorasi tata surya yang lebih ekonomis. SLIM juga membawa instrumen sains dalam bentuk kamera multiband untuk menilai lingkungan mineralogi lokal dan rangkaian reflektor laser kecil.
Pesawat ruang angkasa SLIM berbobot 1.300 pon atau 590 kilogram, dengan sekitar dua pertiganya adalah bahan bakar. SLIM akan menggunakan lima kaki kisi aluminium setengah lingkaran untuk pendaratan dan membantunya mendarat di lereng.
Jika berhasil, Jepang akan menjadi negara kelima yang berhasil melakukan pendaratan lunak di bulan. Peluncuran ini dilakukan beberapa hari setelah India menjadi negara keempat dengan misi Chandrayaan-3.
Baca juga; Berpacu dengan India, Pendarat Bulan Rusia Luna-25 Sukses Ambil Foto Permukaan Bulan
Tujuan misi utamanya adalah mendemonstrasikan pendaratan yang "tepat", sekaligus membuktikan sistem ringan untuk eksplorasi tata surya yang lebih ekonomis. SLIM juga membawa instrumen sains dalam bentuk kamera multiband untuk menilai lingkungan mineralogi lokal dan rangkaian reflektor laser kecil.
Lihat Juga :