Belajar Content Marketing, Kunci Sukses Hadapi Persaingan di Era Digital
Rabu, 12 Juli 2023 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Saat berbicara mengenai target audiens, seorang konten kreator harus memahami betul siapa penonton yang ia tuju. Mulai demografi, karakter, minat, hingga analisis kebiasaan dan perilaku target audiensnya tersebut.
Semakin spesifik target audiens yang dimiliki, akan semakin tepat sasaran konten yang tersampaikan. Setelah memiliki target audiens yang jelas, seorang konten kreator juga harus memahami platform alias media yang akan digunakan sebab setiap media memiliki karakteristiknya masing-masing.
Contohnya konten dengan visual gambar dan video yang kuat akan lebih cocok untuk diunggah di Instagram dan TikTok ketimbang Twitter.
Dalam webinar yang berlangsung pada Rabu (5/7), Laras juga menekankan pentingnya mengemas konten dengan baik yaitu melalui teknik storytelling.
Berbeda dengan penyampaian konten yang tidak dikemas dengan menarik, konten yang memiliki storytelling akan membuat pesan jauh lebih diingat, meraih simpati, hingga membangun koneksi dengan audiensnya.
“Cerita yang baik adalah cerita yang terorganisir, menghibur, relatable, memorable dan bisa dipercaya," kata Laras saat menggambarkan mengenai konten yang dikemas menggunakan storytelling.
Semakin spesifik target audiens yang dimiliki, akan semakin tepat sasaran konten yang tersampaikan. Setelah memiliki target audiens yang jelas, seorang konten kreator juga harus memahami platform alias media yang akan digunakan sebab setiap media memiliki karakteristiknya masing-masing.
Contohnya konten dengan visual gambar dan video yang kuat akan lebih cocok untuk diunggah di Instagram dan TikTok ketimbang Twitter.
Dalam webinar yang berlangsung pada Rabu (5/7), Laras juga menekankan pentingnya mengemas konten dengan baik yaitu melalui teknik storytelling.
Berbeda dengan penyampaian konten yang tidak dikemas dengan menarik, konten yang memiliki storytelling akan membuat pesan jauh lebih diingat, meraih simpati, hingga membangun koneksi dengan audiensnya.
“Cerita yang baik adalah cerita yang terorganisir, menghibur, relatable, memorable dan bisa dipercaya," kata Laras saat menggambarkan mengenai konten yang dikemas menggunakan storytelling.
Lihat Juga :