Megakonstelasi Satelit Internet Starlink SpaceX Ganggu Astronomi Radio
Sabtu, 08 Juli 2023 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Termasuk frekuensi radio yang mirip dengan LOFAR yang dipancarkan secara tidak sengaja oleh satelit Starlink. Dalam studi baru, para peneliti menggambarkan pendeteksian dengungan radio frekuensi rendah yang tidak diinginkan ini datang dari hampir 50 pesawat ruang angkasa Starlink.
“Dengan LOFAR, kami mendeteksi radiasi antara 110 dan 188 MHz dari 47 dari 68 satelit yang diamati,” kata Cees Bassa, astronom Institut Astronomi Radio Belanda (ASTRON), yang mengelola rangkaian LOFAR dikutip SINDOnews dari laman Space, Sabtu (8/7/2023).
Baca juga; Elon Musk Kantongi 500 Ribu Pre-Order Layanan Internet Satelit Milik SpaceX
“Rentang frekuensi ini mencakup pita yang dilindungi antara 150,05 dan 153 MHz yang secara khusus dialokasikan untuk astronomi radio oleh Persatuan Telekomunikasi Internasional,” lanjut Bassa.
Temuan ini menjadi perhatian bagi observatorium radio skala besar generasi mendatang. Seperti Observatorium Array Kilometer Persegi (SKAO), yang saat ini sedang dibangun di dua lokasi terpencil di Australia dan Afrika Selatan.
Untuk memaksimalkan kemampuan teleskop dalam mendeteksi sinyal yang paling lemah sekalipun, regulator telah menempatkan zona radio-tenang di sekitar lokasi di mana tidak ada penggunaan telepon seluler, TV terestrial, atau radio. Konstelasi satelit Starlink (dan internet-beaming lainnya), bagaimanapun, dapat dengan bebas melakukan perjalanan di atas lokasi tersebut.
“Dengan LOFAR, kami mendeteksi radiasi antara 110 dan 188 MHz dari 47 dari 68 satelit yang diamati,” kata Cees Bassa, astronom Institut Astronomi Radio Belanda (ASTRON), yang mengelola rangkaian LOFAR dikutip SINDOnews dari laman Space, Sabtu (8/7/2023).
Baca juga; Elon Musk Kantongi 500 Ribu Pre-Order Layanan Internet Satelit Milik SpaceX
“Rentang frekuensi ini mencakup pita yang dilindungi antara 150,05 dan 153 MHz yang secara khusus dialokasikan untuk astronomi radio oleh Persatuan Telekomunikasi Internasional,” lanjut Bassa.
Temuan ini menjadi perhatian bagi observatorium radio skala besar generasi mendatang. Seperti Observatorium Array Kilometer Persegi (SKAO), yang saat ini sedang dibangun di dua lokasi terpencil di Australia dan Afrika Selatan.
Untuk memaksimalkan kemampuan teleskop dalam mendeteksi sinyal yang paling lemah sekalipun, regulator telah menempatkan zona radio-tenang di sekitar lokasi di mana tidak ada penggunaan telepon seluler, TV terestrial, atau radio. Konstelasi satelit Starlink (dan internet-beaming lainnya), bagaimanapun, dapat dengan bebas melakukan perjalanan di atas lokasi tersebut.

Lihat Juga :