Ogah Diremehkan China Terus, AS Siap Batasi Ekspor Chip Canggih

Rabu, 05 Juli 2023 - 17:37 WIB
loading...
Ogah Diremehkan China...
Pengumuman ini datang ketika AS dilaporkan sedang mempertimbangkan pembatasan baru terhadap ekspor chip canggih ke China.. FOTO/ CNET
A A A
BEIJING - Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang mempertimbangkan pembatasan baru ekspor logam langka yang digunakan untuk memproduksi semikonduktor.

BACA JUGA - Hyundai Akan Kembangkan Chip Semikonduktor Bikinan Sendiri

Langkah AS tersebut membuat, China akan batasi ekspor chip demi keamanan nasional.

Pada tanggal 1 Agustus, eksportir China akan memerlukan persetujuan untuk mengirimkan beberapa produk galium dan germanium ke luar negeri,

Hal itu bertujuan guna “memelihara keamanan dan kepentingan nasional”, demikian yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai China dalam pengumumannya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (5/7/2023).

Pengumuman ini datang ketika AS dilaporkan sedang mempertimbangkan pembatasan baru terhadap ekspor chip canggih ke China.

Galium, yang telah ditetapkan sebagai bahan mentah penting oleh Uni Eropa, digunakan dalam produksi sirkuit terpadu, LED, dan panel fotovoltaik untuk panel surya.

Germanium digunakan untuk membuat serat optik dan lensa kamera inframerah.

China menyumbang sekitar 80 persen dari produksi global logam langka tersebut, menurut Komisi Eropa.

China dan AS telah terlibat dalam persaingan geopolitik yang sengit dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan keduanya saling memberlakukan tindakan balasan terhadap semikonduktor dan sektor teknologi kunci lainnya.

AS telah memasukkan banyak perusahaan China dalam daftar hitam untuk mencabut akses mereka terhadap chip Amerika dan teknologi canggih lainnya yang menurut mereka dapat digunakan untuk merongrong keamanan nasional AS.

AS juga telah mendorong negara-negara sekutu dan mitra untuk memberlakukan pembatasan terhadap industri teknologi China, dengan Belanda berencana memperkenalkan pembatasan ekspor baru yang ditujukan kepada China pada akhir tahun ini.

China telah menuduh AS berusaha untuk menghambat inovasi China guna menjaga supremasi AS di industri teknologi.

Badan pengawas internet China pun menyatakan mereka tengah melakukan peninjauan pada produk Micron yang dijual di negara tersebut untuk "menjaga keamanan rantai pasokan infrastruktur informasi."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiogkok, Mao Ning menjelaskan pada peninjauan yang dilakukan merupakan "tindakan regulasi normal" berfokus pada produk yang dapat memengaruhi keamanan nasional.

Perusahaan yang berbasis di Boise, Idaho, Micron Technology telah menciptakan chip memori untuk ponsel, komputer, pusat data, mobil, dan barang elektronik lainnya.

Pada perusahaan tersebut mempunyai hubungan yang sejak lama terjalin dengan Tiongkok serta menjadi lambang posisi terdepan Amerika dalam industri semikonduktor global. Namun kini, Micron terjerat dalam upaya China untuk menjadi mandiri dalam teknologi canggih.

Sementara itu, salah seorang anggota Partai Republik dari Idaho, Jim Risch justru mengkritik terkait investigasi Tiongkok terhadap Micron, dengan menyebutnya sebagai upaya untuk melemahkan posisi AS dalam industri semikonduktor.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Rekomendasi
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved