Mengenal Shanghai Maglev, Kereta Tercepat China yang Mampu Melaju 501 Km per Jam

Rabu, 05 Juli 2023 - 09:13 WIB
loading...
Mengenal Shanghai Maglev,...
Shanghai Maglev merupakan salah satu kereta cepat yang dikembangkan China dan diklaim sebagai yang paling cepat di dunia. CNS/Eurasiantimes/wikipedia
A A A
BEIJING - Shanghai Maglev merupakan salah satu kereta cepat yang dikembangkan China dan diklaim sebagai yang paling cepat di dunia. Baru-baru ini, China Railway mengumumkan telah menyelesaikan uji kinerja menggunakan teknologi CR450.

Mengutip laman EurAsian Times, Rabu (5/7/2023), pencapaian ini disebut menjadi perkembangan signifikan dalam teknologi kereta berkecepatan tinggi yang diproduksi China. Pengujian yang berjalan sukses itu dilakukan di sepanjang bagian rel dari Fuqing ke Qianzhou di Provinsi Fujian, China Timur.

Uji coba ini menjadi salah satu usaha guna mempercepat pengembangan generasi baru kereta berkecepatan tinggi yang lebih cepat, lebih aman, dan hemat energi.

Baca juga; ITB Pimpin Tim Riset Kereta Cepat Makassar-Parepare

Kereta Cepat China

Pada riwayatnya, pengembangan kereta api berkecepatan tinggi telah dilakukan sejak lama. Dalam penggunaannya, sistem kereta api berkecepatan tinggi ini menggabungkan kecepatan dan keefektifan.

Melihat ke belakang, telah hadir seperti Shinkansen Jepang hingga TGV Prancis. Tak mau kalah, China juga turut mengembangkan teknologi kereta berkecepatan tinggi, termasuk dengan kemunculan Shanghai Maglev.

Saat ini, kecepatan kereta api berkecepatan tinggi tercepat di China mencapai sekitar 350 km/jam. Angka tersebut diklaim sebagai yang tercepat di dunia dan melampaui kereta berkecepatan tinggi di Jepang dan Prancis yang ditetapkan pada 320 kilometer/jam.

Baca juga; Debut, Kecepatan Prototipe Kereta Cepat China Tembus 620 Kilometer Per Jam

Shanghai Maglev

Mengenal Shanghai Maglev, Kereta Tercepat China yang Mampu Melaju 501 Km per Jam

Pada perkembangannya, China membuat gebrakan menarik di bidang transportasi dengan meluncurkan kereta levitasi magnetik (maglev) tercepat. Shanghai Maglev menjadi varian komersial tertua yang masih beroperasi di Negeri Tirai Bambu ini.

Shanghai Maglev atau biasa dikenal juga Shanghai Transrapid merupakan kereta tercepat di dunia, setidaknya sampai saat ini. Kereta tersebut memiliki kecepatan tertinggi 501 kilometer / jam dan kecepatan rata-rata 251 km/jam.

Berbeda dari kereta biasa, Shanghai Maglev melayang di atas rel menggunakan energi elektromagnetik yang menghilangkan gesekan serta membuat gerakan sangat halus dan tenang.

Lebih lanjut, Shanghai Maglev dimiliki dan dijalankan oleh Shanghai Maglev Transportation Development Company. Seiring waktu, pengembangan teknologi dan peningkatan performa juga dilakukan untuk kereta ini.

Teknologi Baru untuk Shanghai Maglev

Mencoba melampaui para kompetitornya, China meluncurkan proyek inovasi dan teknologi CR450 untuk mengembangkan kereta api yang lebih cepat. Termasuk untuk Shanghai Maglev sendiri.

Awal tahun 2023, Zhao Hongwei selaku kepala peneliti dari China Academy of Railway Sciences mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba kinerja kereta cepat yang lebih canggih menggunakan CR450.

Nantinya, diharapkan kereta cepat yang menggunakan CR450 ini dapat menciptakan kereta berkecepatan tinggi generasi baru yang lebih cepat, lebih aman, lebih ramah lingkungan, hemat energi, dan cerdas.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Rekomendasi
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
Roket Zuni, Mampu Hancurkan...
Roket Zuni, Mampu Hancurkan Target Berkecepatan 2.600 Km/Jam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved