Teknologi AI Generatif Resmi Hadir di Sistem Hybrid Cloud

Jum'at, 16 Juni 2023 - 16:19 WIB
loading...
Teknologi AI Generatif...
Red Hat OpenShift AI akan membantu menghilangkan semua hambatan dengan menyediakan sebuah fondasi standar untuk membuat sebuah model produksi AI/ML. FOTO/ RH
A A A
JAKARTA - Seiring dengan perkembangan di bidang sains dan teknologi modern yang berkelanjutan. Kecerdasan buatan telah memasuki periode perkembangan pesat yang belum pernah terjadi sama sekali sebelumnya.

BACA JUGA - Canggih, Kecerdasan Buatan Mampu Prediksi Bakal Penyakit

Hal inilah yang mendorong, Red Hat mengumumkan Red Hat OpenShift AI yang mendukung layanan AI generatif dari IBM watsonx.ai, platform AI dari IBM yang dirancang untuk menskalakan aplikasi dan layanan cerdas di semua aspek enterprise, mendorong model fondasi generasi berikutnya.

Secara umum, Red Hat OpenShift AI akan membantu menghilangkan semua hambatan dengan menyediakan sebuah fondasi standar untuk membuat sebuah model produksi AI/ML. Kemudian, OpenShift AI juga akan menjalankan penggelaran Cloud-to-Edge, serta teknisi IT bisa membuat konfigurasi yang mampu diskalakan, khusus kebutuhan data scientist yang sudah ada.

Hadirnya inovasi ini diklaim mampu menghemat biaya pelatihan model awal, dan juga akan meningkatkan time to value, serta memperluas penggunaan AI lebih dari apa yang sudah dirasakan oleh kebanyakan perusahaan teknologi.

Red Hat juga menjabarkan beberapa penawaran mitra yang sudah mengadopsi OpenShift AI, diantaranya adalah Anaconda, IBM Watson Studio, Intel OpenVINO, dan Nvidia AI Enterprise. Mereka menyediakan akses ke 30 mitra AI.ML yang sudah terverifikasi sebagai bagian dari ekosistem OpenShift.

Bagi para pelanggan dengan persyaratan regulasi dan compliance khusus, maka mereka bisa mempersiapkan data, serta mengembangkan model di on-premise dalam menggunakan OpenShift AI.

Selain itu, para pelanggan juga bisa mengembangkan model dengan menggunakan public cloud, sekaligus menggelar model tersebut di on-premise atau edge dengan memanfaatkan tooling dan antar muka yang sama secara konsisten.

Hal ini menyediakan lingkungan hybrid MLOps yang memungkinkan kolaborasi operasional IT, data science, dan pengembang aplikasi.

Kemudian, wajib diketahui bahwa terdapat tiga peningkatan terbaru dari OpenShift AI. Mulai dari Pipelines penggelaran. Hal ini ditingkatkan melakukan sebuah pelacakan eksperimen AI/ML dan alur kerja ML yang sudah terotomatisasi.

Hal ini juga membantu para data scientist pada proyek yang didasari dengan machine learning secara cepat ke penggelaran dan pembaharuan aplikasi.

Kemudian ada dari penyajian model. Peningkatan ini sudah termasuk dengan dukungan GPU sebagai inferensi, dan custom model serving runtime yang mampu dalam meningkatkan performa dan penggelaran model fondasi yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Yang terakhir, Pemantauan model. Hal ini memungkinkan perusahaan atau organisasi untuk mengelela performa dan matrik operasional pada sebuah dashboard yang sudah tersentralisasi. Jadi, sebuah perusahaan akan lebih mudah dalam memantau kinerja mereka dengan didasari dengan teknologi AI.

Fondasi OpenShift AI sendiri telah terbukti memungkinkan pelanggan melakukan penskalaan dengan lebih andal untuk melatih model fondasi menggunakan fitur-fitur akselerasi native GPU OpenShift di on-premise atau melalui layanan cloud.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Rekomendasi
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved