Kominfo Jadi Mak Comblang Startup dan Investor, Ini Syarat dan Cara Ikutannya

Selasa, 13 Juni 2023 - 18:35 WIB
loading...
Kominfo Jadi Mak Comblang...
Startup yang terpilih dapat dipertemukan ke organisasi pemerintah hingga BUMN. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi mak comblang antara perusahaan perintis atau startup dengan investor. Ini dilakukan lewat program HUB.ID Accelerator 2023.

Program HUB.ID Accelerator itu menurut Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kementerian Kominfo I Nyoman Adhiarna akan membantu meningkatkan akses pendanaan, kerja sama bisnis, dan jenis kemitraan lain bagi startup.

“Setiap peserta dapat memanfaatkan fasilitas business mentoring, business matchmaking, dan networking session,” ungkapnya.
Khusus tahun ini, Kominfo fokus pada Business Matchmaking bagi startup Indonesia yang terpilih.

“Kami akan meningkatkan jumlah business matchmaking dengan pemerintah, BUMN, korporasi swasta, dan investor. Adapun target startup digital yang akan difasilitasi adalah 25 startup digital dengan kriteria pada posisi seeds sampai dengan pre-series A,” jelasnya.

Ini merupakan tahun ketiga Program HUB.ID. Di 2023, ada kriteria khusus untuk startup digital yang dicari HUB.ID Accelerator.
“Yakni, yang memiliki fokus bisnis pada sektor Healthtech, Agritech & Fisheries, ESG Related (CleanTech, ClimateTech, etc.), SME Enablers & Logistics, dan Financial Technology,” tuturnya.

Pendaftaran program akselerator startup ini dilakukan secara daring (online) melalui laman https://hub.id/.

Periode pendaftaran dibuka sejak 12 Juni 2023 dan akan ditutup pada tanggal 12 Juli 2023.

Untuk dapat mengikuti Program HUB.ID Accelerator, pelaku startup harus melakukan registrasi secara online melalui sistem yang telah disediakan Kemkominfo melalui laman https://hub.id.

Pendaftar harus melengkapi berbagai informasi yang dibutuhkan dan terutama menyiapkan materi presentasi produk dan bisnis untuk menjadi dasar penilaian kurator pada fase pertama.

Berikut syarat yang harus dipenuhi oleh startup yang ingin mendaftar pada Program HUB.ID Accelerator 2023:

1. Memiliki status badan hukum di Indonesia dengan status kepemilikan oleh orang/perusahaan Indonesia asli minimal sebanyak 50 persen.

2. Memiliki setidaknya 1 pendiri (founder) dan menduduki posisi pimpinan (C-Level) yang berstatus WNI.

3. Sudah mencapai tahapan postrevenue.

4. Telah menjalankan bisnis lebih dari 2 tahun.

5. Diutamakan berusaha di 5 sektor industri yaitu Healthtech, Agritech & Fisheries, ESG Related (CleanTech, ClimateTech, etc.), SME Enablers & Logistics, dan Financial Technology.

Sejak berjalan dari 2021, HUB.ID telah berhasil memfasilitasi 43 startup digital yang mengikuti seluruh aktivitas agar skala bisnisnya meningkat.

Baca Juga: Begini Cara Startup Milik Suami Maudy Ayunda Edukasi Gen Z Soal Kripto

Ada empat startup lulusan HUB.ID 2021 yang telah mendapatkan pendanaan yaitu Dagangan, HiPajak, FishLog dan Ayo Indonesia.
Bahkan tercatat lebih dari 100 potensi kerjasama bisnis baru yang melibatkan 47 mitra yang terdabung dalam jejaring HUB.ID.

Pada 2022, HUB.ID Accelerator 2022 telah berhasil terselenggara dengan memfasilitasi 24 startup digital pada 5 (lima) sector yaitu Financial Services, B2B/Enterprise Solution/Govtech, Logistics, SME Enabler, Agriculture & Aquaculture.

Melalui program di 2022, terdapat 4 lulusan HUB.ID Accelerator yang telah mendapatkan pendanaan yaitu PasarMIKRO, Grouu, EratanidanLooyal.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
World AI Show Indonesia...
World AI Show Indonesia 2025 akan Digelar di Jakarta, Dukung Revolusi AI di Asia Tenggara
Ciptakan Ruang Digital...
Ciptakan Ruang Digital yang Aman, Menkomdigi Sarankan Beralih ke eSIM
Indonesia Hapus 1,3...
Indonesia Hapus 1,3 Juta Konten Berbahaya Terkait Pornografi dan Judi Online
Akses Medsos untuk Anak...
Akses Medsos untuk Anak Dibatasi, Tayangan TV Diminta Lebih Mendidik
Raline Shah Dilantik...
Raline Shah Dilantik Jadi Staf Khusus Komdigi, Fifi Aleyda Yahya Jadi Dirjen Komunikasi
Asosiasi Dinas Kominfo...
Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia Gandeng Korsel Perkuat Keamanan Siber
Australia dan Indonesia...
Australia dan Indonesia Kerja Sama Dorong Inovasi Startup Lintas Negara
Menkomdigi Dorong Pemberdayaan...
Menkomdigi Dorong Pemberdayaan Perempuan di Ruang Digital
Rekomendasi
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved