Astronom Tuding Lubang Hitam Jadi Pemicu Ledakan Terbesar di Alam Semesta
Selasa, 16 Mei 2023 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui, lubang hitam lahir dari runtuhnya bintang raksasa dan tumbuh dengan melahap gas, debu, bintang, dan lubang hitam lainnya. Untuk beberapa lubang hitam yang rakus, gesekan menyebabkan material yang berputar ke dalam rahangnya memanas dan memancarkan cahaya yang dapat dideteksi oleh teleskop dan mengubahnya menjadi apa yang disebut inti galaksi aktif (AGN).
Baca juga; Jarang Terjadi, Astronom Temukan Ledakan Besar Kosmik AT2021LWX di Lubang Hitam
AGN paling ekstrem adalah quasar, lubang hitam supermasif miliaran kali lebih berat dari matahari yang menumpahkan kepompong gasnya dengan ledakan cahaya triliunan kali lebih bercahaya daripada bintang paling terang. Meskipun memancarkan cahaya sangat terang, ledakan quasar sangat singkat.
![Astronom Tuding Lubang Hitam Jadi Pemicu Ledakan Terbesar di Alam Semesta]()
“Ledakan AT2021lwx ini berbeda dengan quasar. Ledakan ini kecerahannya paling terang di alam semesta, yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Mark Sullivan, profesor astronomi di University of Southampton. Para peneliti menerbitkan temuan mereka pada 11 Mei di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society
Untuk mengkonfirmasi identitas objek yang menyebabkan ledakan, para peneliti kini mempelajari ledakan tersebut secara lebih rinci dengan memindai panjang gelombang. Ini bisa mengungkap bentuk permukaan, suhu, dan proses misterius yang menghasilkan cahaya terang.
Baca juga; Jarang Terjadi, Astronom Temukan Ledakan Besar Kosmik AT2021LWX di Lubang Hitam
AGN paling ekstrem adalah quasar, lubang hitam supermasif miliaran kali lebih berat dari matahari yang menumpahkan kepompong gasnya dengan ledakan cahaya triliunan kali lebih bercahaya daripada bintang paling terang. Meskipun memancarkan cahaya sangat terang, ledakan quasar sangat singkat.

“Ledakan AT2021lwx ini berbeda dengan quasar. Ledakan ini kecerahannya paling terang di alam semesta, yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Mark Sullivan, profesor astronomi di University of Southampton. Para peneliti menerbitkan temuan mereka pada 11 Mei di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society
Untuk mengkonfirmasi identitas objek yang menyebabkan ledakan, para peneliti kini mempelajari ledakan tersebut secara lebih rinci dengan memindai panjang gelombang. Ini bisa mengungkap bentuk permukaan, suhu, dan proses misterius yang menghasilkan cahaya terang.
(wib)
Lihat Juga :