Bank Inggris Peringatkan Penipuan lewat Media Sosial, Targetkan Pengguna Facebook, WhatsApp dan Instagram
Sabtu, 06 Mei 2023 - 08:53 WIB
loading...
TSB Bank, milik negara Inggris mengeluarkan peringatan tentang maraknya penipuan di media sosial. Foto/Yahoo
A
A
A
LONDON - TSB Bank , milik negara Inggris mengeluarkan peringatan tentang maraknya penipuan di media sosial . Secara spesifik, TSB menyebut adanya peningkatan angka penipuan yang menarget pengguna Facebook, WhatsApp dan Instagram.
TSB Bank mengatakan bahwa data internalnya menunjukkan penipuan yang datang melalui perusahaan-perusahaan milik Meta ini menyumbang sekitar 80% kasus penipuan dalam tiga kategori penipuan terbesar di TSB, yakni penipuan pembelian, peniruan identitas, dan investasi.
TSB menganalisis data penipuan pelanggannya dari Januari 2021 hingga Desember 2022 untuk membuat temuan. Hasilnya, bank mengeluarkan peringatan kepada para pengguna platform dari raksasa teknologi Meta tersebut untuk selalu berhati-hati.
Baca juga; Masyarakat Harus Bijak Dalam Menggunakan Sosial Media
Seperti dihimpun dari Metro pada Sabtu (6/5/2023), mereka juga mendesak para calon investor untuk tetap berpegang pada platform investasi yang diakui. Selain itu juga meminta masyarakat untuk menghindari skema cepat kaya yang beredar di media sosial.
TSB Bank mengatakan bahwa data internalnya menunjukkan penipuan yang datang melalui perusahaan-perusahaan milik Meta ini menyumbang sekitar 80% kasus penipuan dalam tiga kategori penipuan terbesar di TSB, yakni penipuan pembelian, peniruan identitas, dan investasi.
TSB menganalisis data penipuan pelanggannya dari Januari 2021 hingga Desember 2022 untuk membuat temuan. Hasilnya, bank mengeluarkan peringatan kepada para pengguna platform dari raksasa teknologi Meta tersebut untuk selalu berhati-hati.
Baca juga; Masyarakat Harus Bijak Dalam Menggunakan Sosial Media
Seperti dihimpun dari Metro pada Sabtu (6/5/2023), mereka juga mendesak para calon investor untuk tetap berpegang pada platform investasi yang diakui. Selain itu juga meminta masyarakat untuk menghindari skema cepat kaya yang beredar di media sosial.
Lihat Juga :