Erajaya Digital Tambah 51 Gerai Baru, Karena Transaksi E-Commerce Turun?
Sabtu, 15 April 2023 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
Di omnichannel, data dan informasi pelanggan diintegrasikan secara menyeluruh di setiap saluran, sehingga bisnis dapat memberikan pengalaman yang dipersonalisasi dan relevan kepada pelanggan.
Tujuan omnichannel adalah memberi pengalaman pelanggan yang mulus, terkoordinasi, dan terpadu di semua saluran yang digunakan pelanggan.
Ada juga Erafone Ruko Petung Penajam, Kalimantan Timur, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, hingga Xiaomi Store Maluku City Mall yang jadi gerai Xiaomi Store pertama di wilayah Maluku dan sekitarnya.
”Total kami meresmikan 51 gerai baru yang terdiri dari 49 gerai Erafone, 1 iBox dan 2 Xiaomi Store,” ungkap Joy. “Di gerai-gerai itu kami juga sediakan layanan seperti Upgrade Terusss!, Click n’ Pickup serta Mobile Shopping,” tambahnya.
Tapi, masih dibawah target bank sentral sebesar Rp489 triliun. Menurut BI, beberapa faktor yang menyebabkan nilai transaksi e-commerce pada tahun lalu tidak mencapai target adalah berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat transaksi offline kembali normal.
Tujuan omnichannel adalah memberi pengalaman pelanggan yang mulus, terkoordinasi, dan terpadu di semua saluran yang digunakan pelanggan.
Menjangkau Pelosok
Pembukaan 51 gerai ritel Erajaya Digital disebar di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di banyak kota-kota baru. Misalnya, Erafone Ruko Kolaka menjadi gerai Erafone pertama di Kabupaten Kolaka sekaligus gerai Erafone kedua di Provinsi Sulawesi Tenggara.Ada juga Erafone Ruko Petung Penajam, Kalimantan Timur, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, hingga Xiaomi Store Maluku City Mall yang jadi gerai Xiaomi Store pertama di wilayah Maluku dan sekitarnya.
”Total kami meresmikan 51 gerai baru yang terdiri dari 49 gerai Erafone, 1 iBox dan 2 Xiaomi Store,” ungkap Joy. “Di gerai-gerai itu kami juga sediakan layanan seperti Upgrade Terusss!, Click n’ Pickup serta Mobile Shopping,” tambahnya.
Transaksi E-Commerce Tidak Capai Target
Menurut Bank Indonesia (BI), nilai transaksi perdagangan elektronik atau e-commerce di Indonesia pada 2022 hanya Rp476,3 triliun dengna volume transaksi 3,49 miliar kali. Angka tersebut memang lebih tinggi 18,8% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp401 triliun.Tapi, masih dibawah target bank sentral sebesar Rp489 triliun. Menurut BI, beberapa faktor yang menyebabkan nilai transaksi e-commerce pada tahun lalu tidak mencapai target adalah berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat transaksi offline kembali normal.
Lihat Juga :