Cegah Bahaya Puing Luar Angkasa, 3 Negara Ini Sepakat Tolak Uji Coba Rudal Anti-Satelit
Selasa, 11 April 2023 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
Tes ASAT menciptakan awan puing baru yang besar, yang memaksa Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk melakukan manuver mengelak beberapa kali. Tes tersebut menuai kecaman dari seluruh komunitas luar angkasa.
“Saya marah dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan mendestabilisasi ini. Dengan sejarah panjang dan bertingkat dalam penerbangan luar angkasa manusia, tidak terpikirkan bahwa Rusia akan membahayakan tidak hanya astronot mitra Amerika dan internasional di ISS, tetapi juga kosmonot mereka sendiri,” kata Administrator NASA Bill Nelson.
![Cegah Bahaya Puing Luar Angkasa, 3 Negara Ini Sepakat Tolak Uji Coba Rudal Anti-Satelit]()
Selama bertahun-tahun, tes ASAT telah menghasilkan 6.851 keping puing yang dapat dilacak, dan 3.472 di antaranya masih berada di orbit hingga saat ini. Menurut lembaga nirlaba Secure World Foundation, jumlah totalnya pasti jauh lebih tinggi, karena objek luar angkasa umumnya harus memiliki lebar minimal 4 inci (10 sentimeter) untuk dilacak dari tanah.
Baca juga; Rusia Uji Coba Rudal Anti-Satelit, Perang di Ruang Angkasa Dekati Kenyataan
“Dengan bertambahnya beberapa negara untuk membuat komitmen menolak uji coba ASAT, dunia semakin dekat norma internasional yang diterima secara luas. Pelaku ruang angkasa yang bertanggung jawab tidak dengan sengaja menciptakan puing-puing berumur panjang dapat menjadi ancaman jangka panjang kegiatan ruang angkasa," tulis Secure World Foundation.
“Saya marah dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan mendestabilisasi ini. Dengan sejarah panjang dan bertingkat dalam penerbangan luar angkasa manusia, tidak terpikirkan bahwa Rusia akan membahayakan tidak hanya astronot mitra Amerika dan internasional di ISS, tetapi juga kosmonot mereka sendiri,” kata Administrator NASA Bill Nelson.

Selama bertahun-tahun, tes ASAT telah menghasilkan 6.851 keping puing yang dapat dilacak, dan 3.472 di antaranya masih berada di orbit hingga saat ini. Menurut lembaga nirlaba Secure World Foundation, jumlah totalnya pasti jauh lebih tinggi, karena objek luar angkasa umumnya harus memiliki lebar minimal 4 inci (10 sentimeter) untuk dilacak dari tanah.
Baca juga; Rusia Uji Coba Rudal Anti-Satelit, Perang di Ruang Angkasa Dekati Kenyataan
“Dengan bertambahnya beberapa negara untuk membuat komitmen menolak uji coba ASAT, dunia semakin dekat norma internasional yang diterima secara luas. Pelaku ruang angkasa yang bertanggung jawab tidak dengan sengaja menciptakan puing-puing berumur panjang dapat menjadi ancaman jangka panjang kegiatan ruang angkasa," tulis Secure World Foundation.
(wib)
Lihat Juga :