Tabrakan 2 Galaksi Taffy Ciptakan Bentuk Kupu-Kupu Kosmik yang Manis

Senin, 03 April 2023 - 18:04 WIB
loading...
Tabrakan 2 Galaksi Taffy...
Tabrakan keras dua galaksi yang berjarak sekitar 180 juta tahun cahaya dari Bumi terekam teleskop paling kuat di dunia dan membentuk kupu-kupu kosmik. Foto/NoirLab
A A A
SANTIAGO - Tabrakan keras dua galaksi yang berjarak sekitar 180 juta tahun cahaya dari Bumi terekam teleskop paling kuat di dunia. Dampak tabrakan keras itu membentuk kupu-kupu kosmik manis yang tampak tenang mengepakkan sayapnya.

Galaksi yang bertabrakan, secara resmi diberi nama UGC 12914 dan UGC 12915, dijuluki Taffy Galaxies. Hasil tabrakan dua galaksi yang dimulai sekitar 25 juta tahun itu membentuk kosmis yang bengkok dan memanjang.

Gambar galaksi yang bertabrakan, yang terletak di arah konstelasi Pegasus, ditangkap oleh teleskop Gemini North di Hawaii. Serta teleskop Gemini South di Cile, salah satu teleskop pendeteksi optik terbesar dan tercanggih di dunia menggunakan cahaya infra merah.

Baca juga; Teleskop Terbesar di Dunia MeerKAT Ikut Gabung Berburu Alien

Tabrakan galaksi seperti ini adalah peristiwa yang sangat transformatif dan mendorong evolusi alam semesta, yang memicu pembentukan bintang atau menghentikannya. Pencampuran material bintang dari dua galaksi melalui tabrakan dapat melahirkan awan gas dan debu molekul raksasa yang menjadi tempat pembentukan bintang yang intens.

Namun, seperti yang ditunjukkan oleh gambar menakjubkan ini, tabrakan ini juga dapat menciptakan wilayah di mana kelahiran bintang dibatasi. Gambar menunjukkan hasil yang tercipta saat galaksi-galaksi ini pulih dari benturan langsung dan sekarang menjauh satu sama lain.

Sementara pembentukan bintang berlanjut di sayap kupu-kupu kosmik yang luas ini, yang terdiri dari dua galaksi Taffy, ceritanya berbeda pada tubuh dan ekor kupu-kupu yang berwarna merah. Tubuh ini terdiri dari jembatan material yang membentang antara UGC 12914 dan UGC 12915 yang sangat bergolak.

Meskipun jembatan intergalaksi yang menghubungkan galaksi-galaksi ini penuh dengan bahan penyusun pembentukan bintang, kelahiran bintang dihentikan oleh pengadukan dan pemanasan yang hebat.

Baca juga; Gunakan Teleskop Terbesar di Dunia, China Cari Sinyal Mahluk Luar Angkasa

Seperti yang ditunjukkan oleh gambar Gemini North, wilayah tersebut terdiri dari untaian merah dan coklat. Itu merupakan gumpalan hidrogen dan filamen gas molekuler yang meregang saat galaksi-galaksi terpisah setelah tabrakan langsung.

Bagaimana Galaksi Bertabrakan?

Tabrakan antar galaksi dapat terjadi dalam beberapa cara berbeda dengan hasil yang berbeda-beda. Terkadang lengan spiral galaksi yang lebih besar terseret ke arah galaksi satelit yang lebih kecil yang akhirnya memicu tabrakan.

Galaksi kecil juga dapat bertabrakan dengan galaksi yang lebih besar ketika orbitnya berpotongan dengan badan utama galaksi yang lebih besar, Ini menyebabkan distorsi yang signifikan pada struktur kedua galaksi itu sendiri.

Jika kedua galaksi yang bertabrakan kekurangan momentum untuk menjauhkan mereka akan bercampur dan bergabung. Saat awan gas di galaksi tersebut berinteraksi, gas tersebut dapat dikompresi menjadi bidang padat sehingga memicu pembentukan bintang.

Baca juga; Teleskop Radio China Temukan Awan Atom Terbesar di Alam Semesta

Tabrakan langsung seperti yang terlihat antara UGC 12914 dan UGC 12915 pada gambar ini berbeda. Untuk Galaksi Taffy, piringan galaksi dan komponen gas dari kedua galaksi bertabrakan dengan keras satu sama lain, menyebabkan injeksi energi besar-besaran ke dalam gas sehingga membuatnya sangat bergolak.

Saat UGC 12914 dan UGC 12915 pulih dari tabrakan ini dan menjauh satu sama lain, gas berkecepatan tinggi ditarik dari galaksi masing-masing. Ini menciptakan jembatan gas masif di antara mereka dengan turbulensi material bintang.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bandar Antariksa di...
Bandar Antariksa di Biak: Kenapa Papua Jadi Pilihan BRIN untuk Peluncuran Satelit?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Legislator PDIP Sebut...
Legislator PDIP Sebut Tragedi Bus ALS Alarm Keras Kegagalan Pengawasan Transportasi dan Infrastruktur Jalan
DPR Minta Audit Menyeluruh...
DPR Minta Audit Menyeluruh Standar Keselamatan Akibat Kecelakaan Maut di Muratara
Polisi Percepat Identifikasi...
Polisi Percepat Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel
Rekomendasi
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
Ucapan ‘Yang Mulia...
Ucapan ‘Yang Mulia Takut Ya’ Berbuntut Panjang, 2 Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
Berita Terkini
Bandar Antariksa di...
Bandar Antariksa di Biak: Kenapa Papua Jadi Pilihan BRIN untuk Peluncuran Satelit?
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved