Modul Progress 83 Rusia Bantu Manuver ISS Hindari Tabrakan dengan Satelit Argentina
Kamis, 09 Maret 2023 - 16:55 WIB
loading...
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melakukan manuver untuk menghindari tabrakan dengan satelit observasi Bumi Argentina di orbit rendah bumi (LEO). Foto/NASA/Reuters
A
A
A
FLORIDA - Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melakukan manuver untuk menghindari tabrakan dengan satelit observasi Bumi Argentina di orbit rendah bumi (LEO). Untuk mengangkat ISS keluar dari jalur orbit satelit Argentina, pendorong modul Progress 83 ditembakkan selama 6 menit.
Dikutip dari laman Space, Kamis (9/3/2023), sekitar pukul 12.42 GMT, modul Progress 83 yang berlabuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ditembakkan selama lebih dari enam menit. Energi dorong modul Progress 83 berhasil menaikkan ISS ke atas orbit LEO untuk mencegah potensi tabrakan.
Menurut Sandra Jones, dari NASA Johnson Space Center, satelit yang berpotensi tabrakan dengan ISS adalah satelit observasi Bumi Argentina yang diluncurkan pada tahun 2020. Dalam sebuah tweet Dr. Jonathan McDowell, astronom dan astrofisikawan di Pusat Astrofisika Harvard–Smithsonian, menyebutkan satelit itu dikenal sebagai Nusat-17, yang mencatat peluruhan orbit konstelasi.
Baca juga; Manuver Pesawat Ruang Angkasa Rusia untuk Menyelamatkan ISS
Satelit Nusat-17 adalah salah satu dari sepuluh satelit observasi komersial yang diluncurkan pada tahun 2020 dan dioperasikan oleh perusahaan data geospasial Satellogic. Konstelasi Nusat adalah salah satu dari beberapa satelit yang orbitnya perlahan-lahan merambah orbit ISS.
Dikutip dari laman Space, Kamis (9/3/2023), sekitar pukul 12.42 GMT, modul Progress 83 yang berlabuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ditembakkan selama lebih dari enam menit. Energi dorong modul Progress 83 berhasil menaikkan ISS ke atas orbit LEO untuk mencegah potensi tabrakan.
Menurut Sandra Jones, dari NASA Johnson Space Center, satelit yang berpotensi tabrakan dengan ISS adalah satelit observasi Bumi Argentina yang diluncurkan pada tahun 2020. Dalam sebuah tweet Dr. Jonathan McDowell, astronom dan astrofisikawan di Pusat Astrofisika Harvard–Smithsonian, menyebutkan satelit itu dikenal sebagai Nusat-17, yang mencatat peluruhan orbit konstelasi.
Baca juga; Manuver Pesawat Ruang Angkasa Rusia untuk Menyelamatkan ISS
Satelit Nusat-17 adalah salah satu dari sepuluh satelit observasi komersial yang diluncurkan pada tahun 2020 dan dioperasikan oleh perusahaan data geospasial Satellogic. Konstelasi Nusat adalah salah satu dari beberapa satelit yang orbitnya perlahan-lahan merambah orbit ISS.
Lihat Juga :