Leopard 2R Penyapu Ranjau, Tank Tanpa Meriam Bantuan Finlandia untuk Ukraina

Kamis, 23 Februari 2023 - 21:58 WIB
loading...
A A A
Leopard 2R penyapu ranjau secara resmi disebut Heavy Mine Breaching Vehicle (HMBV) atau Kendaraan Pelanggar Ranjau Berat yang dikembangkan Finlandia. Leopard 2R pertama menjalani uji coba pada 2006 dan mulai beroperasi tahun 2008.
Leopard 2R Penyapu Ranjau, Tank Tanpa Meriam Bantuan Finlandia untuk Ukraina


Peran utama kendaraan ini adalah membersihkan jalur melalui ladang ranjau, menciptakan jalur yang aman untuk dilewati kendaraan militer lain. Kemampuan ini untuk mendukung unit penyerang bergerak cepat melalui rintangan, sebelum pasukan musuh membangun pertahanan.

Baca juga; Kemampuan Tank-Tank Tua Ukraina Mulai Dikeluhkan, Namun Leopard 2 Tak Kunjung Datang

Dikutip dari laman Military Today, Leopard 2R menggunakan sasis MBT Leopard 2A4 yang diperbarui, turret (ruang meriam) telah dilepas dan diganti dengan superstruktur baru yang tidak berputar. Pearson Engineering dari Inggris Raya menyediakan rangkaian lengkap peralatan pembersihan ranjau.

Bajak tambang lebar dipasang di depan dan dilengkapi sistem penandaan jalur yang dibersihkan, di bagian belakang. Sistem ini untuk menandai daerah yang sudah dibersihkan dengan bendera-bendera kecil di tanah.

Dengan terpasangnya dozer blade, Leopard 2R dapat digunakan untuk membersihkan rintangan di medan perang, menyiapkan posisi tembak, dan menyiapkan lokasi untuk operasi penghubung. Untuk itu, Leopard 2R Penyapu Ranjau mempunyai perlindungan yang lebih tinggi daripada Leopard 2A4 asli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Bongkar Teknologi Rudal...
Bongkar Teknologi Rudal Siluman Su-57 yang Timbulkan Masalah di Ukraina
Diserang Drone, Rumah...
Diserang Drone, Rumah Putin Ternyata Dilindungi Teknologi Anti-Nuklir
Dibantu Eropa, Diam-diam...
Dibantu Eropa, Diam-diam Ukraina Serang Rusia dari Luar Angkasa
Rusia Siapkan Platform...
Rusia Siapkan Platform Khusus untuk Blokir Nomor Telepon dan Website Berbahaya
Gunakan Starlink, Elon...
Gunakan Starlink, Elon Musk Ancam Ukraina untuk Berhenti Perang
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Rekomendasi
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Sheila Majid Tak Sabar...
Sheila Majid Tak Sabar Collab di Konser Orkestra Bareng Andi Rianto, KD dan Tulus
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Berita Terkini
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Apakah iPhone 18 Pro...
Apakah iPhone 18 Pro Max Akan Jadi Lompatan Terbesar Teknologi Kamera
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved