7 Hewan yang Bisa Mendeteksi Gempa Bumi, Ditandai dengan Perilaku Tak Lazim
Rabu, 22 Februari 2023 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
3. Semut Kayu Merah
![7 Hewan yang Bisa Mendeteksi Gempa Bumi, Ditandai dengan Perilaku Tak Lazim]()
Semut, makhluk yang paling kecil dapat mendeteksi ketika gempa bumi sedang mendekat. Para peneliti yakin semut mampu mendeteksi gempa bumi karena mereka memiliki kemoreseptor untuk gradien karbon dioksida dan magnetoreseptor untuk medan elektromagnetik.
Baca juga; Semut Ternyata Punya Media Sosial seperti Manusia
Hasil ini diketahui dari penelitian ilmuwan Jerman yang memantau semut kayu merah di Cekungan Neuwied yang aktif secara seismik di Eifel, Jerman, pada 2009-2012. Para ilmuwan menggunakan kamera beresolusi tinggi untuk memantau semut-semut ini selama 24 jam dan 7 hari seminggu. Penelitian menemukan bahwa semut mengubah rutinitas sebelum gempa bumi, menjadi kurang aktif di siang hari dan lebih hidup di malam hari.
4. Ular
![7 Hewan yang Bisa Mendeteksi Gempa Bumi, Ditandai dengan Perilaku Tak Lazim]()
Menurut para ahli, ular adahal hewan paling sensitif terhadap gempa. Saat gempa akan terjadi, ular keluar dari sarangnya. Jika terjadi gempa besar, ular bahkan akan bertabrakan dengan dinding untuk melarikan diri.
Baca juga; Ular Ternyata Tidak Tuli, Mampu Tangkap Suara Teriakan Manusia
Ular sangat peka terhadap gempa bumi, karena dapat merasakan seseorang yang mendekat dari jarak sekitar 120 km, tiga hingga lima hari sebelum terjadi. Beberapa seismolog percaya ular dapat mendeteksi gelombang-p yang dihasilkan oleh gempa bumi, sementara yang lain mengatakan hal itu bisa disebabkan oleh peningkatan medan elektromagnetik frekuensi rendah.
5. Kodok
![7 Hewan yang Bisa Mendeteksi Gempa Bumi, Ditandai dengan Perilaku Tak Lazim]()
Kodok juga dapat mendeteksi gempa bumi yang akan segera terjadi. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Zoology, koloni kodok meninggalkan tempat kawin mereka 74 km dari pusat gempa L'Aquila di Italia, tiga hari sebelum gempa bumi itu terjadi.
Kodok baru kembali ke lokasi 10 hari kemudian, setelah gempa susulan berakhir. Menariknya, itu adalah penemuan tak sengaja yang dibuat oleh ilmuwan kehidupan Rachel Grant. Dia pergi keluar setiap malam saat senja untuk mempelajari efek siklus bulan pada perilaku dan reproduksi kodok.

Semut, makhluk yang paling kecil dapat mendeteksi ketika gempa bumi sedang mendekat. Para peneliti yakin semut mampu mendeteksi gempa bumi karena mereka memiliki kemoreseptor untuk gradien karbon dioksida dan magnetoreseptor untuk medan elektromagnetik.
Baca juga; Semut Ternyata Punya Media Sosial seperti Manusia
Hasil ini diketahui dari penelitian ilmuwan Jerman yang memantau semut kayu merah di Cekungan Neuwied yang aktif secara seismik di Eifel, Jerman, pada 2009-2012. Para ilmuwan menggunakan kamera beresolusi tinggi untuk memantau semut-semut ini selama 24 jam dan 7 hari seminggu. Penelitian menemukan bahwa semut mengubah rutinitas sebelum gempa bumi, menjadi kurang aktif di siang hari dan lebih hidup di malam hari.
4. Ular

Menurut para ahli, ular adahal hewan paling sensitif terhadap gempa. Saat gempa akan terjadi, ular keluar dari sarangnya. Jika terjadi gempa besar, ular bahkan akan bertabrakan dengan dinding untuk melarikan diri.
Baca juga; Ular Ternyata Tidak Tuli, Mampu Tangkap Suara Teriakan Manusia
Ular sangat peka terhadap gempa bumi, karena dapat merasakan seseorang yang mendekat dari jarak sekitar 120 km, tiga hingga lima hari sebelum terjadi. Beberapa seismolog percaya ular dapat mendeteksi gelombang-p yang dihasilkan oleh gempa bumi, sementara yang lain mengatakan hal itu bisa disebabkan oleh peningkatan medan elektromagnetik frekuensi rendah.
5. Kodok

Kodok juga dapat mendeteksi gempa bumi yang akan segera terjadi. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Zoology, koloni kodok meninggalkan tempat kawin mereka 74 km dari pusat gempa L'Aquila di Italia, tiga hari sebelum gempa bumi itu terjadi.
Kodok baru kembali ke lokasi 10 hari kemudian, setelah gempa susulan berakhir. Menariknya, itu adalah penemuan tak sengaja yang dibuat oleh ilmuwan kehidupan Rachel Grant. Dia pergi keluar setiap malam saat senja untuk mempelajari efek siklus bulan pada perilaku dan reproduksi kodok.
Lihat Juga :