Pesawat Berbahan Bakar Hidrogen Terbesar Sukses Mengangkasa selama 10 Menit
Jum'at, 20 Januari 2023 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Tidak seperti bahan bakar fosil, hidrogen hanya menghasilkan air, listrik, dan panas jika dikonversikan ke listrik dan panas. Juga, tidak menghasilkan gas rumah kaca atau debu halus.
Sel bahan bakar hidrogen juga memiliki efisiensi 50-60% ketika memproduksi listrik saja dan 80-90% ketika panas limbah didaur ulang.
Hidrogen dapat dibuat melalui pembusukan gas alam, minyak bumi, batu bara, dan air. Jika dicairkan di bawah suhu minus 263 derjat celcius, volumenya berkurang menjadi 1/800, sehingga jika dikompresi dalam tangki tekanan tinggi, mudah disimpan dan diangkut.
![Pesawat Berbahan Bakar Hidrogen Terbesar Sukses Mengangkasa selama 10 Menit]()
Menurut keterangan ZeroAvia, powertrain pesawat menggunakan bahan bakar “gas hidrogen terkompresi yang diproduksi dengan on-site electrolyzer”. Dalam pengujian, konfigurasi dua tumpukan sel bahan bakar dan paket baterai lithium yang ditempatkan di kabin.
Namun, untuk penggunaan komersial, akan dipindah ke penyimpanan eksternal untuk memberi ruang bagi tempat duduk.
Sel bahan bakar hidrogen juga memiliki efisiensi 50-60% ketika memproduksi listrik saja dan 80-90% ketika panas limbah didaur ulang.
Hidrogen dapat dibuat melalui pembusukan gas alam, minyak bumi, batu bara, dan air. Jika dicairkan di bawah suhu minus 263 derjat celcius, volumenya berkurang menjadi 1/800, sehingga jika dikompresi dalam tangki tekanan tinggi, mudah disimpan dan diangkut.

Menurut keterangan ZeroAvia, powertrain pesawat menggunakan bahan bakar “gas hidrogen terkompresi yang diproduksi dengan on-site electrolyzer”. Dalam pengujian, konfigurasi dua tumpukan sel bahan bakar dan paket baterai lithium yang ditempatkan di kabin.
Namun, untuk penggunaan komersial, akan dipindah ke penyimpanan eksternal untuk memberi ruang bagi tempat duduk.
Lihat Juga :