Aliansi Jaguar Jantan, Patahkan Teori Makhluk Soliter

Rabu, 14 Desember 2022 - 10:53 WIB
Para peneliti menganalisis rekaman kamera, data GPS, dan pengamatan di lapangan dari lima studi berbeda di seluruh Amerika Selatan. Mereka menemukan dua aliansi kucing besar jantan ini yang berlangsung setidaknya selama lima tahun. Studi baru ini diterbitkan awal tahun di jurnal Behavioral Ecology and Sociobiology.

Tim peneliti menganalisis lebih dari 7.000 catatan jaguar dan menemukan 105 interaksi antara jantan. Dari interaksi laki-laki ini, 18 dianggap agresif, sembilan dianggap sebagai intoleransi sosial, artinya jantan menjaga jarak satu sama lain tetapi tidak berbenturan.

Sedangkan sebanyak 70 catatan menunjukkan tanda-tanda kerja sama, dan sisanya tidak dikategorikan. Tetapi setelah melihat lebih dekat pada interaksi kooperatif, tim peneliti menyadari bahwa perilaku ini sebagian besar berasal dari dua aliansi jaguar jantan yang berbeda.

Baca juga; Setelah 50 Tahun, Jejak Harimau Amur Kembali Ditemukan di Siberia

Aliansi pertama diamati di wilayah Brasil di Pantanal, ekosistem lahan basah yang luas yang membentang ke Bolivia dan Paraguay. Aliansi ini dimulai pada 2006 dan berakhir pada 2014 ketika salah satu jaguar kemungkinan besar terbunuh.

“Mereka berpatroli di wilayah yang sama, berkomunikasi secara vokal satu sama lain, beristirahat berdampingan dan pada satu kesempatan bahkan makan bersama,” kata Devlin.

Aliansi kedua terlihat antara 2013 dan 2018 di Los Llanos, wilayah datar yang mencakup sekitar seperempat Venezuela. Anehnya, kedua jaguar ini berhasil kawin dengan banyak betina yang ditemui.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!