Makin Ngeri, Pesawat Patroli Maritim P-8 Poseidon Dipersenjatai Torpedo Mk 54
Kamis, 24 November 2022 - 21:50 WIB
Baca juga; Ukraina Terima 3 Helikopter Anti-Kapal Selam, Ini Kecanggihan Westland WS-61 Sea King
Setelah mencapai area target, sistem ALA melepaskan torpedo menggunakan parasut di bagian ekor sebelum masuk ke air. Cara ini untuk memperlambat penurunan torpedo dan mencegah kerusakan saat mengenai air.
Sistem sayap kit yang digunakan berasal dari rudal jelajah peluncuran udara AGM-84H/K Standoff Land Attack Missile-Expanded Response (SLAM-ER) Boeing. Sedangkan paket panduan didasarkan pada yang digunakan dalam Joint Direct Attack Munition (JDAM) atau bom berpemandu presisi.
Boeing mengatakan bahwa sayap kit yang dikembangkannya biasa digunakan pada bom JDAM kelas 500 pon, sedangkan torpedo Mk 54 berbobot sekitar 608 pon, memungkinkan bom tersebut meluncur ke target sejauh 40 mil (64,37 km). Perkiraan ini, tentu saja, sangat bergantung pada kecepatan dan ketinggian pesawat saat melepaskan senjata.
Setelah mencapai area target, sistem ALA melepaskan torpedo menggunakan parasut di bagian ekor sebelum masuk ke air. Cara ini untuk memperlambat penurunan torpedo dan mencegah kerusakan saat mengenai air.
Sistem sayap kit yang digunakan berasal dari rudal jelajah peluncuran udara AGM-84H/K Standoff Land Attack Missile-Expanded Response (SLAM-ER) Boeing. Sedangkan paket panduan didasarkan pada yang digunakan dalam Joint Direct Attack Munition (JDAM) atau bom berpemandu presisi.
Boeing mengatakan bahwa sayap kit yang dikembangkannya biasa digunakan pada bom JDAM kelas 500 pon, sedangkan torpedo Mk 54 berbobot sekitar 608 pon, memungkinkan bom tersebut meluncur ke target sejauh 40 mil (64,37 km). Perkiraan ini, tentu saja, sangat bergantung pada kecepatan dan ketinggian pesawat saat melepaskan senjata.
Lihat Juga :