Cara Membuat Konten Seni di Era Digital Biar Disukai Netizen
Jum'at, 04 November 2022 - 15:31 WIB
“Sosial media sosial saat ini menjadi ruang kreasi dan ekspresi untuk bersosialisasi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Mari kita ciptakan kreasi yang positif seperti membuat konten kesenian dan kebudayaan asli daerah disekitar kita agar tidak hilang ditelan zaman dan semakin dikenal masyarakat luas”, katanya saat acara Webinar tentang “Dunia Seni di Era Digital" yang digelar Kemkominfo Jumat, (04 /11/ 2022).
Untuk bisa berkreasi di media sosial saat ini adalah dengan melihat apa yang orang-orang butuhkan di ruang digital terang Daffa.
“Selalu berkarya dengan memproduksi konten yang positif dan bermanfaat bagi orang banyak. Fokus terhadap produksi konten yang disukai oleh netizen dan konsisten dalam berkarya agar tetap menarik minat penonton”, jelas Daffa.
Head of Operations Meraki Kreasi Bangsa Muhammad Mikail Karimov mengajak netizen di Indonesia untuk lebih mengenalkan seni dan budaya bangsa di tengah tantangan era transformasi digital.
“Era Digital saat ini memiliki tantangan bagi kesenian dan kebudayaan asli bangsa kita. Hal yang dapat terjadi adalah mengaburnya kesenian dan kebudayaan asli bangsa, mengaburnya wawasan kebangsaan, Menipisnya kesopanan dan kesantunan di ruang digital”, terangnya.
Mikail mengatakan agar konten kita diminati dan maksudnya sampai kepada penonton kita harus menerapkan prinsip golden circle.
Untuk bisa berkreasi di media sosial saat ini adalah dengan melihat apa yang orang-orang butuhkan di ruang digital terang Daffa.
“Selalu berkarya dengan memproduksi konten yang positif dan bermanfaat bagi orang banyak. Fokus terhadap produksi konten yang disukai oleh netizen dan konsisten dalam berkarya agar tetap menarik minat penonton”, jelas Daffa.
Head of Operations Meraki Kreasi Bangsa Muhammad Mikail Karimov mengajak netizen di Indonesia untuk lebih mengenalkan seni dan budaya bangsa di tengah tantangan era transformasi digital.
“Era Digital saat ini memiliki tantangan bagi kesenian dan kebudayaan asli bangsa kita. Hal yang dapat terjadi adalah mengaburnya kesenian dan kebudayaan asli bangsa, mengaburnya wawasan kebangsaan, Menipisnya kesopanan dan kesantunan di ruang digital”, terangnya.
Mikail mengatakan agar konten kita diminati dan maksudnya sampai kepada penonton kita harus menerapkan prinsip golden circle.
Lihat Juga :