AS Bikin 14 Satelit Pelacak Peluru Kendali Seharga Rp8 Triliun, Antisipasi Rudal Hipersonik Rusia dan China
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 12:41 WIB
Sistem pelacakan rudal SDA sekarang mengembangkan lapisan pelacakan Tranche 1, yang akan meningkatkan Tranche 0, set pertama dari 28 satelit yang akan diluncurkan dengan SpaceX mulai bulan September. Untuk Tranche 0, delapan satelit lapisan pelacakan akan digunakan untuk mendeteksi ancaman dan mengirim informasi ke 20 satelit pelacakan, yang dapat mengirim data yang mereka ke platform senjata.
Seperti konstelasi awal, Tranche 1 juga akan mencakup 28 satelit sensor inframerah yang sekarang diperkirakan menelan biaya USD2,5 miliar, menurut laporan SpaceNews mengutip seorang pejabat anonim dari Departemen Pertahanan. Kemudian L3 Harris memiliki bagian USD700 juta dari kontrak SDA Tranche 1, yang berjumlah USD1,3 miliar.
Selama briefing bulan Juli, Direktur SDA Derek Tournear mengatakan bahwa Tranche 1 akan menjadi satelit pertama yang menargetkan kendaraan manuver hipersonik, dan secara langsung menghubungkan aktivitas China dan Rusia. “Satelit-satelit ini secara khusus dirancang untuk mengejar ancaman versi generasi berikutnya di luar sana,” katanya.
Baca juga; Ini Rahasia Rudal Hipersonik Rusia Tidak Terdeteksi Radar
Seperti konstelasi awal, Tranche 1 juga akan mencakup 28 satelit sensor inframerah yang sekarang diperkirakan menelan biaya USD2,5 miliar, menurut laporan SpaceNews mengutip seorang pejabat anonim dari Departemen Pertahanan. Kemudian L3 Harris memiliki bagian USD700 juta dari kontrak SDA Tranche 1, yang berjumlah USD1,3 miliar.
Selama briefing bulan Juli, Direktur SDA Derek Tournear mengatakan bahwa Tranche 1 akan menjadi satelit pertama yang menargetkan kendaraan manuver hipersonik, dan secara langsung menghubungkan aktivitas China dan Rusia. “Satelit-satelit ini secara khusus dirancang untuk mengejar ancaman versi generasi berikutnya di luar sana,” katanya.
Baca juga; Ini Rahasia Rudal Hipersonik Rusia Tidak Terdeteksi Radar
Lihat Juga :