Roket Long March 5B Jatuh Tak Terkendali ke Bumi, Diprediksi 31 Juli Memasuki Lapisan Atmosfer

Jum'at, 29 Juli 2022 - 14:49 WIB
Potongan badan roket Long March 5B yang masih menyala bergerak beberapa ratus mil per jam ketika menyentuh tanah atau air. Dampak seperti itu akan sangat energik dan destruktif, tetapi tidak akan menjadi bencana besar.

“Kasus terburuk dalam peristiwa ini akan menjadi kurang serius daripada serangan rudal jelajah tunggal yang telah kita lihat setiap hari dalam perang Ukraina,” astrofisikawan dan pelacak satelit Jonathan McDowell, yang yang berbasis di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, dikutip SINDOnews dari laman Space.com.

Namun, kemungkinan potongan badan roket mengakibatkan korban sangat kecil, mengingat permukaan Bumi masih banyak yang diselimuti lautan dan dataran yang tak berpenghuni. “Ada 99,5% kemungkinan tidak akan terjadi apa-apa,” ujar Ted Muelhaupt, seorang konsultan di Kantor Chief Engineer Perusahaan The Aerospace Corporation.

Baca juga; China Siap Luncurkan Modul Wentian ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!