Saham Snap Anjlok Parah hingga 74% di 2022, Ini Penyebabnya
Rabu, 15 Juni 2022 - 15:00 WIB
Saham Google, misalnya, juga turun 22,9 persen dibanding 2021. Tapi, tetap lebih baik dibanding Snap. Meta, induk Facebook dan Instagram juga turun 47,8 persen.
Meski demikian, fundamental Snap sendiri sebenarnya sangat baik. Pengguna aktif harian mereka tumbuh 18 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan pendapatan juga tumbuh 38 persen menjadi USD1,06 miliar.
Hanya saja, pertumbuhan itu tetap lebih rendah dibanding 22 persen (year on year) di kuartal pertama 2021. Saat itu pengguna aktif harian mereka naik 22 persen dan pendapatan meroket jadi 66 persen.
CEO Evan Spiegel mengakui ada banyak tantangan di kuartal 1 2022. Tapi, tantangannya bukan dari internal Snap. Melainkan masalah makro/global. Masalah itu antara lain perang di Ukraina, inflasi, momok kenaikan suku bunga, dan perubahan privasi iOS Apple.
Salah satu masalah terbesar yang dialami perusahaan media sosial adalah App Tracking Transparency atau ATT yang dirilis oleh Apple.
Meski demikian, fundamental Snap sendiri sebenarnya sangat baik. Pengguna aktif harian mereka tumbuh 18 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan pendapatan juga tumbuh 38 persen menjadi USD1,06 miliar.
Hanya saja, pertumbuhan itu tetap lebih rendah dibanding 22 persen (year on year) di kuartal pertama 2021. Saat itu pengguna aktif harian mereka naik 22 persen dan pendapatan meroket jadi 66 persen.
CEO Evan Spiegel mengakui ada banyak tantangan di kuartal 1 2022. Tapi, tantangannya bukan dari internal Snap. Melainkan masalah makro/global. Masalah itu antara lain perang di Ukraina, inflasi, momok kenaikan suku bunga, dan perubahan privasi iOS Apple.
Salah satu masalah terbesar yang dialami perusahaan media sosial adalah App Tracking Transparency atau ATT yang dirilis oleh Apple.
Lihat Juga :