Uniknya Kawah di Pusat Planet Mars, Terlihat Seperti Sidik Jari Manusia
Jum'at, 22 April 2022 - 22:21 WIB
Kawah Airy dinamai astronom Inggris Sir George Biddell Airy, yang membangun teleskop di Greenwich Royal Observatory yang pertama kali melihat kawah besar itu. Para astronom memilih Airy untuk menandai meridian utama Mars karena cukup besar untuk dilihat oleh teleskop pada saat itu.
"Tetapi ketika foto beresolusi lebih tinggi tersedia, fitur yang lebih kecil diperlukan," tulis perwakilan NASA di Instagram. Para ilmuwan memilih Airy-0 untuk menggantikan Airy sebagai penanda meridian utama karena ukurannya tepat tetapi tidak memerlukan perubahan drastis pada peta yang ada, menurut postingan tersebut.
Menurut NASA kawah Airy terletak di wilayah yang dikenal sebagai Sinus Meridiani, yang diterjemahkan menjadi “Teluk Tengah.” Punggungan bercahaya di kawah dikenal sebagai pegunungan aeolian melintang (TARs).
Baca juga; 6 Lokasi di Bumi yang Paling Mirip Mars, Nomor 3 Sering Dikunjungi Turis
“TAR adalah fitur yang biasa kita lihat di kawah dan tekanan lainnya di Mars,” kata Abigail Fraeman, seorang ilmuwan planet dan ilmuwan wakil proyek untuk penjelajah Curiosity NASA kepada Live Science yang dikutip SINDOnews, Jumat (22/4/2022).
"Tetapi ketika foto beresolusi lebih tinggi tersedia, fitur yang lebih kecil diperlukan," tulis perwakilan NASA di Instagram. Para ilmuwan memilih Airy-0 untuk menggantikan Airy sebagai penanda meridian utama karena ukurannya tepat tetapi tidak memerlukan perubahan drastis pada peta yang ada, menurut postingan tersebut.
Menurut NASA kawah Airy terletak di wilayah yang dikenal sebagai Sinus Meridiani, yang diterjemahkan menjadi “Teluk Tengah.” Punggungan bercahaya di kawah dikenal sebagai pegunungan aeolian melintang (TARs).
Baca juga; 6 Lokasi di Bumi yang Paling Mirip Mars, Nomor 3 Sering Dikunjungi Turis
“TAR adalah fitur yang biasa kita lihat di kawah dan tekanan lainnya di Mars,” kata Abigail Fraeman, seorang ilmuwan planet dan ilmuwan wakil proyek untuk penjelajah Curiosity NASA kepada Live Science yang dikutip SINDOnews, Jumat (22/4/2022).
Lihat Juga :