Penemuan Bangkai Kapal Penangkap Ikan Paus Abad Ke-19, Ternyata Diawaki Para Budak

Kamis, 24 Maret 2022 - 09:23 WIB
Daftar kru untuk pelayaran terakhir hilang di laut, tetapi catatan kapal masa lalu menunjukkan di antara kru kapal adalah penduduk asli Amerika dan keturunan kulit hitam bebas dari orang Afrika yang diperbudak. Penemuan bangkai kapal tersebut dapat memberikan petunjuk penting tentang peran yang dimainkan oleh pelaut kulit hitam dan penduduk asli Amerika dalam industri maritim Amerika.

NOAA menyebutkan, meskipun ada 214 pelayaran penangkapan ikan paus melintasi Teluk dari tahun 1780-an hingga 1870-an, ini adalah satu-satunya kapal karam yang diketahui di wilayah tersebut. Penemuan ini bisa mengungkap sejarah industri maritim Amerika Serikat di masa lalu

"Kapal penangkap ikan paus abad ke-19 ini akan membantu kita belajar tentang kehidupan pelaut kulit hitam dan penduduk asli Amerika dan komunitas mereka. Termasuk, tantangan besar yang mereka hadapi di darat dan di laut," kata Wakil Menteri Perdagangan AS Don Graves dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Kamis (24/3/2022).

Baca juga; Penemuan Bangkai Kapal Mesir Kuno, Benarkan Kesaksian Herodotus 25 Abad Lalu

Menurut Museum Perburuan Ikan Paus New Bedford di Massachusetts, kehidupan di kapal penangkap ikan paus tentu akan menantang, dengan jam kerja yang panjang, kerja fisik yang berat, dan makanan yang buruk yang kemungkinan besar akan dipenuhi hama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!