Telegram, Aplikasi Buatan Rusia yang Justru Jadi Senjata Presiden Ukraina
Senin, 07 Maret 2022 - 13:45 WIB
Enkripsi layanan yang sangat digembar-gemborkan dan kemampuan untuk menyebarkan pesan ke grup hingga 200.000 akun (WhatsApp milik Facebook hanya 256 anggota), membuat Telegram dijuluki aplikasi favorit teroris.
BACA JUGA: Teknologi Melawan Tank, Persuasi Medsos ala Menteri Digital Ukraina Mykhailo Fedorov
Ironisnya, Telegram justru tidak mendapatkan tempat di Rusia. Aplikasi tersebut dilarang di Rusia sejak 2018.
Bukan karena warga Rusia tidak mau menggunakannya. Tapi, karena Pavel Durov menolak memberikan akses kepada pihak berwenang atas data penggunanya. Pemerintah Rusia sempat memblokir Telegram. Sampai akhirnya mereka menyerah dan mencabut larangan itu pada pertengahan 2020.
Telegram menjadi platform yang diadopsi oleh media-media diluar pemerintah Rusia untuk menyebarkan informasi. Termasuk warga sipil, jurnalis, dan bahkan militer.
Pavel Durov, si Biliuner Eksentrik
BACA JUGA: Teknologi Melawan Tank, Persuasi Medsos ala Menteri Digital Ukraina Mykhailo Fedorov
Ironisnya, Telegram justru tidak mendapatkan tempat di Rusia. Aplikasi tersebut dilarang di Rusia sejak 2018.
Bukan karena warga Rusia tidak mau menggunakannya. Tapi, karena Pavel Durov menolak memberikan akses kepada pihak berwenang atas data penggunanya. Pemerintah Rusia sempat memblokir Telegram. Sampai akhirnya mereka menyerah dan mencabut larangan itu pada pertengahan 2020.
Telegram menjadi platform yang diadopsi oleh media-media diluar pemerintah Rusia untuk menyebarkan informasi. Termasuk warga sipil, jurnalis, dan bahkan militer.
Pavel Durov, si Biliuner Eksentrik
Lihat Juga :