6 Senjata Mematikan yang Dimiliki Rusia, Nomor 5 Bisa Bikin Tubuh Menguap
Selasa, 01 Maret 2022 - 08:36 WIB
TOS-1 Buratino adalah sistem peluncur roket ganda yang menembakkan bom termobarik yang bisa menguapkan tubuh korbannya. Foto/dok
MOSKOW - Dalam invasinya ke Ukraina, militer Rusia membawa beberapa senjata yang paling brutal di dunia. Salah satunya adalah senjata super Termobarik yang bisa membuat tubuh menguap.
Sejak Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan 'operasi militer khusus' di Ukraina timur, Kamis 24 Februari 2020, rudal telah menghantam lokasi di seluruh negeri, termasuk ibu kota Ukraina, Kiev.
Pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina telah menyebabkan ratusan korban jiwa dan puluhan ribu warga Ukraina harus mengungsi ke negara-negara tetangga.
Saat lokasi di seluruh negeri menghadapi bom, serangan berbasis darat dan serangan udara mengerikan, Putin telah mengingatkan seluruh dunia tentang kemampuan nuklir canggih Rusia.
Ketika invasi Rusia ke Ukraina dimulai, Putin membuat ancaman mengerikan ke seluruh dunia bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi yang lebih besar jika mereka campur tangan.
BACA: Ramalan Nostradasmus: Prancis Akan Terlibat dalam Perang Rusia Ukraina
"Tidak seorang pun harus memiliki keraguan bahwa serangan langsung ke negara kita akan menyebabkan kehancuran dan konsekuensi yang mengerikan bagi setiap agresor potensial," kata Putin.
Dia menambahkan bahwa Rusia adalah salah satu kekuatan nuklir paling kuat dan juga memiliki keunggulan tertentu dalam berbagai senjata canggih.
Dari hulu ledak nuklir, pelontar api, hingga superweapon senilai USD16 juta atau setara Rp230 miliar yang dijuluki 'bapak dari semua bom'.
MailOnline telah melihat senjata yang digunakan saat ini untuk melawan Ukraina, serta senjata yang dapat digunakan jika Rusia merasa terancam, berikut rinciannya:
1. Hulu Ledak Nuklir
Jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki Rusia adalah rahasia negara, tetapi ada perkiraan tidak resmi yang ada. Menurut Buletin Ilmuwan Atom, Rusia memiliki 4.447 hulu ledak nuklir, 1.588 di antaranya dikerahkan pada rudal balistik dan di pangkalan pengebom berat.
Ketua Komite Pertahanan Umum Inggris Tobias Ellwood mengatakan bahwa dalam 'skenario terburuk', Putin dapat menggunakan senjata nuklir taktis jika pasukannya gagal membuat terobosan di Ukraina dan belum berhasil merebut kota Ukraina.
Sekutu Barat perlu berpikir sekarang apa tanggapan mereka jika Rusia menggunakan kekuatan yang tidak konvensional, menurut Ellwood.
"Dia pasti bisa menggunakan sistem senjata lain yang belum benar-benar diuji atau kita tidak benar-benar terbiasa," katanya kepada BBC.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan serangan nuklir akan menjadi 'malapetaka bagi dunia'.
2. Rudal Jelajah Kalibr
Sejak Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan 'operasi militer khusus' di Ukraina timur, Kamis 24 Februari 2020, rudal telah menghantam lokasi di seluruh negeri, termasuk ibu kota Ukraina, Kiev.
Pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina telah menyebabkan ratusan korban jiwa dan puluhan ribu warga Ukraina harus mengungsi ke negara-negara tetangga.
Saat lokasi di seluruh negeri menghadapi bom, serangan berbasis darat dan serangan udara mengerikan, Putin telah mengingatkan seluruh dunia tentang kemampuan nuklir canggih Rusia.
Ketika invasi Rusia ke Ukraina dimulai, Putin membuat ancaman mengerikan ke seluruh dunia bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi yang lebih besar jika mereka campur tangan.
BACA: Ramalan Nostradasmus: Prancis Akan Terlibat dalam Perang Rusia Ukraina
"Tidak seorang pun harus memiliki keraguan bahwa serangan langsung ke negara kita akan menyebabkan kehancuran dan konsekuensi yang mengerikan bagi setiap agresor potensial," kata Putin.
Dia menambahkan bahwa Rusia adalah salah satu kekuatan nuklir paling kuat dan juga memiliki keunggulan tertentu dalam berbagai senjata canggih.
Dari hulu ledak nuklir, pelontar api, hingga superweapon senilai USD16 juta atau setara Rp230 miliar yang dijuluki 'bapak dari semua bom'.
MailOnline telah melihat senjata yang digunakan saat ini untuk melawan Ukraina, serta senjata yang dapat digunakan jika Rusia merasa terancam, berikut rinciannya:
1. Hulu Ledak Nuklir
Jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki Rusia adalah rahasia negara, tetapi ada perkiraan tidak resmi yang ada. Menurut Buletin Ilmuwan Atom, Rusia memiliki 4.447 hulu ledak nuklir, 1.588 di antaranya dikerahkan pada rudal balistik dan di pangkalan pengebom berat.
Ketua Komite Pertahanan Umum Inggris Tobias Ellwood mengatakan bahwa dalam 'skenario terburuk', Putin dapat menggunakan senjata nuklir taktis jika pasukannya gagal membuat terobosan di Ukraina dan belum berhasil merebut kota Ukraina.
Sekutu Barat perlu berpikir sekarang apa tanggapan mereka jika Rusia menggunakan kekuatan yang tidak konvensional, menurut Ellwood.
"Dia pasti bisa menggunakan sistem senjata lain yang belum benar-benar diuji atau kita tidak benar-benar terbiasa," katanya kepada BBC.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan serangan nuklir akan menjadi 'malapetaka bagi dunia'.
2. Rudal Jelajah Kalibr
Lihat Juga :