5 Bulan Bertugas di Luar Angkasa, Struktur Otak Astronot Alami Perubahan

Senin, 21 Februari 2022 - 13:14 WIB
"Traktografi serat memberikan semacam skema pengkabelan otak. Studi kami adalah yang pertama menggunakan metode khusus ini untuk mendeteksi perubahan struktur otak setelah penerbangan luar angkasa," kata Wuyts dalam sebuah pernyataan melalui email.

Wuyts menjelaskan, data MRI dapat memberi tahu peneliti cukup banyak tentang otak subjek. MRI melihat struktur pada tingkat materi abu-abu (seperti mikroprosesor di PC) dan materi putih (koneksi pada motherboard PC, antara semua unit pemrosesan). MRI juga melihat cairan di otak , yang disebut cairan serebrospinal (CSF).

Baca juga; Ilmuwan Ciptakan Kantong Tidur untuk Atasi Gangguan Mata Astronot

"Setelah penerbangan luar angkasa, struktur ini tampak berubah, terutama karena deformasi yang disebabkan oleh pergeseran fluida yang terjadi di luar angkasa," kata Wuyts.

Menariknya, tim juga menemukan peningkatan materi abu-abu dan putih. Di otak, materi putih memfasilitasi komunikasi antara materi abu-abu di otak dan antara materi abu-abu dan bagian tubuh lainnya.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!