Antibiomania, Efek Samping Langka Antibiotik yang Bikin Berhalusinasi Dapat Bisikan Gaib
Sabtu, 05 Februari 2022 - 08:55 WIB
Sienaert dan rekan meliput 37 laporan kasus, secara kolektif menggambarkan 47 kasus antibiomania pada pasien berusia 3 tahun. Sedangkan 143 kasus lain yang tidak dipublikasikan didokumentasikan akibat penggunaan obat yang merugikan.
Salah satu kasus Antibiomania terbaru ditemukan pada pria berusia 50 tahun yang mengalami persepsi seolah dunia terbalik setelah menggunakan antibiotik untuk mengobati pneumonia bakteri. Selama dua hari, pria itu mengalami perubahan suasana hati, menjadi mudah tersinggung, dan mulai berbicara dengan tidak jelas.
Setelah diperiksa ke unit psikiatri darurat di Jenewa, pria itu mengatakan kepada psikiater bahwa pada malam setelah mengonsumsi dosis antibiotik pertamanya, dia merasa seperti sedang sekarat. Dia mulai mengalami halusinasi pendengaran bahwa Tuhan sedang berbicara kepadanya dan mengatakan dia telah dipilih untuk misi khusus.
Gejala-gejala ini bisa menjadi indikasi psikosis dan dokter mendiagnosis pria itu dengan antibiomania. "Saya telah melihat, dalam pengalaman saya sendiri, setidaknya tiga kasus, satu dengan episode berulang," kata Sienaert kepada Live Science, Sabtu (5/2/2022).
Sementara pria di Jenewa itu akhirnya tidak membutuhkan antipsikotik, dokter meresepkannya lorazepam, obat yang digunakan untuk mengobati kecemasan dan kejang. Kasus pria tersebut menggambarkan bahwa berbagai jenis antibiotik dapat memicu antibiomania.
Salah satu kasus Antibiomania terbaru ditemukan pada pria berusia 50 tahun yang mengalami persepsi seolah dunia terbalik setelah menggunakan antibiotik untuk mengobati pneumonia bakteri. Selama dua hari, pria itu mengalami perubahan suasana hati, menjadi mudah tersinggung, dan mulai berbicara dengan tidak jelas.
Setelah diperiksa ke unit psikiatri darurat di Jenewa, pria itu mengatakan kepada psikiater bahwa pada malam setelah mengonsumsi dosis antibiotik pertamanya, dia merasa seperti sedang sekarat. Dia mulai mengalami halusinasi pendengaran bahwa Tuhan sedang berbicara kepadanya dan mengatakan dia telah dipilih untuk misi khusus.
Gejala-gejala ini bisa menjadi indikasi psikosis dan dokter mendiagnosis pria itu dengan antibiomania. "Saya telah melihat, dalam pengalaman saya sendiri, setidaknya tiga kasus, satu dengan episode berulang," kata Sienaert kepada Live Science, Sabtu (5/2/2022).
Sementara pria di Jenewa itu akhirnya tidak membutuhkan antipsikotik, dokter meresepkannya lorazepam, obat yang digunakan untuk mengobati kecemasan dan kejang. Kasus pria tersebut menggambarkan bahwa berbagai jenis antibiotik dapat memicu antibiomania.
Lihat Juga :