AS Bikin Satelit Pendeteksi Rudal Hipersonik, China: Bisa Ngak Menghentikannya?
Senin, 27 Desember 2021 - 22:38 WIB
“HBTSS diperlukan, karena kita tidak akan menempatkan radar terestrial di Bumi dan lautan untuk memenuhi kebutuhan ini. Kombinasi kecepatan tinggi, kemampuan manuver, dan ketinggian yang relatif rendah dari beberapa ancaman rudal canggih menjadi tantangan bagi sistem pertahanan rudal kami saat ini,” demikian keterangan Badan Pengembangan Luar Angkasa AS.
Pakar militer China Zhou Chenming mengakui bahwa senjata hipersonik lebih sulit dideteksi daripada rudal konvensional. Sebab, lintasannya sulit dilacak sistem anti-rudal sehingga rumit untuk menghitung ke mana target sasarannya. Namun, satelit di orbit rendah bisa saja mendeteksinya, hanya saja biaya perawatannya sangat mahal.
“Tetapi satelit orbit rendah seperti Starlink memiliki potensi untuk mendeteksi dan melacak rudal hipersonik,” katanya dikutip SINDOnews dari laman South China Morning Post (scmp), Senin (27/12/2021). (Baca juga; Jenderal AS: Rudal Hipersonik China Mengelilingi Dunia )
Hal senada juga dikatakan mantan instruktur militer China Song Zhongping. Dia menjelaskan, bahwa satelit HBTSS dapat mendeteksi dan melacak rudal hipersonik. Namun, setelah mendeteksinya apakah AS mampu mencegat dan menghancurkan rudal hipersonik. (Baca juga; Pesawat Hipersonik China Dirancang Mampu Mencapai Seluruh Penjuru Bumi dalam Waktu 1 Jam )
“HBTSS mungkin telah memecahkan masalah deteksi, tetapi senjata hipersonik tidak mudah dicegat,” katanya. Dia menambahkan AS perlu menyiapkan konstelasi satelit untuk memantau peluncuran rudal hipersonik dalam skala global.
Pakar militer China Zhou Chenming mengakui bahwa senjata hipersonik lebih sulit dideteksi daripada rudal konvensional. Sebab, lintasannya sulit dilacak sistem anti-rudal sehingga rumit untuk menghitung ke mana target sasarannya. Namun, satelit di orbit rendah bisa saja mendeteksinya, hanya saja biaya perawatannya sangat mahal.
“Tetapi satelit orbit rendah seperti Starlink memiliki potensi untuk mendeteksi dan melacak rudal hipersonik,” katanya dikutip SINDOnews dari laman South China Morning Post (scmp), Senin (27/12/2021). (Baca juga; Jenderal AS: Rudal Hipersonik China Mengelilingi Dunia )
Hal senada juga dikatakan mantan instruktur militer China Song Zhongping. Dia menjelaskan, bahwa satelit HBTSS dapat mendeteksi dan melacak rudal hipersonik. Namun, setelah mendeteksinya apakah AS mampu mencegat dan menghancurkan rudal hipersonik. (Baca juga; Pesawat Hipersonik China Dirancang Mampu Mencapai Seluruh Penjuru Bumi dalam Waktu 1 Jam )
“HBTSS mungkin telah memecahkan masalah deteksi, tetapi senjata hipersonik tidak mudah dicegat,” katanya. Dia menambahkan AS perlu menyiapkan konstelasi satelit untuk memantau peluncuran rudal hipersonik dalam skala global.
Lihat Juga :