Prediksi Ancaman Tsunami Lebih Cepat, Ilmuwan Deteksi Lewat Perubahan Medan Magnet
Rabu, 22 Desember 2021 - 15:21 WIB
Seberapa awal medan magnet tiba bergantung pada kedalaman air, tetapi dalam penelitian menemukan waktu kedatangan awal sekitar satu menit, sebelum perubahan permukaan laut pada lautan sedalam 4.800 meter. Informasi ini dapat memberikan peringatan dini bencana jika dimasukkan ke dalam model risiko tsunami sehingga dapat menyelamatkan banyak nyawa.
Tim peneliti melihat pengukuran simultan perubahan permukaan laut dari data tekanan dasar laut dan medan magnet pada dua tsunami itu. Mereka menemukan bahwa kedatangan utama medan magnet, mirip dengan awal gelombang seismik. Ini dapat digunakan untuk peringatan dini, karena medan magnet yang dihasilkan tsunami sangat sensitif, bahkan ketinggian gelombang beberapa sentimeter pun dapat dideteksi.
"Mereka melakukan sesuatu yang pada dasarnya perlu dilakukan. Kami membutuhkan studi untuk membandingkan data medan magnet dengan perubahan permukaan laut. Jadi itu pasti sangat berguna," kata Neesha Schnepf, peneliti geomagnetik University of Colorado. (Baca juga; BMKG Jelaskan Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon Hanya Mitigasi Skenario Terburuk )
Ketika para peneliti membandingkan komponen horizontal dan vertikal dari medan magnet tsunami dengan perubahan permukaan laut, mereka menemukan bahwa kedua komponen dapat secara tepat memprediksi perubahan permukaan laut . Ini dengan menyertakan data yang baik tentang kedalaman laut dan struktur listrik di bawah dasar laut.
"Saya pikir tujuan praktisnya meningkatkan kemampuan memprediksi, baik tentang area mana yang mungkin perlu diperingatkan dan seberapa parah tsunami itu akan menghantam tempat-tempat tertentu," kata Schnepf.
Tim peneliti melihat pengukuran simultan perubahan permukaan laut dari data tekanan dasar laut dan medan magnet pada dua tsunami itu. Mereka menemukan bahwa kedatangan utama medan magnet, mirip dengan awal gelombang seismik. Ini dapat digunakan untuk peringatan dini, karena medan magnet yang dihasilkan tsunami sangat sensitif, bahkan ketinggian gelombang beberapa sentimeter pun dapat dideteksi.
"Mereka melakukan sesuatu yang pada dasarnya perlu dilakukan. Kami membutuhkan studi untuk membandingkan data medan magnet dengan perubahan permukaan laut. Jadi itu pasti sangat berguna," kata Neesha Schnepf, peneliti geomagnetik University of Colorado. (Baca juga; BMKG Jelaskan Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon Hanya Mitigasi Skenario Terburuk )
Ketika para peneliti membandingkan komponen horizontal dan vertikal dari medan magnet tsunami dengan perubahan permukaan laut, mereka menemukan bahwa kedua komponen dapat secara tepat memprediksi perubahan permukaan laut . Ini dengan menyertakan data yang baik tentang kedalaman laut dan struktur listrik di bawah dasar laut.
"Saya pikir tujuan praktisnya meningkatkan kemampuan memprediksi, baik tentang area mana yang mungkin perlu diperingatkan dan seberapa parah tsunami itu akan menghantam tempat-tempat tertentu," kata Schnepf.
(wib)
Lihat Juga :