Prediksi Ancaman Tsunami Lebih Cepat, Ilmuwan Deteksi Lewat Perubahan Medan Magnet

Rabu, 22 Desember 2021 - 15:21 WIB
loading...
Prediksi Ancaman Tsunami...
Untuk memprediksi ancaman gelombang tsunami lebih cepat, para ilmuwan mendeteksi melalui perubahan medan magnet. Foto/livescience
A A A
UNTUK memprediksi ancaman gelombang tsunami lebih cepat, para ilmuwan mendeteksi melalui perubahan medan magnet. Dari studi terbaru diketahui medan magnet yang dihasilkan oleh tsunami dapat dideteksi beberapa menit lebih awal sebelum terjadi perubahan permukaan laut.

Gelombang tsunami menghasilkan medan magnet saat memindahkan air laut yang konduktif melalui medan magnet bumi. Para peneliti memperkirakan medan magnet tsunami akan tiba sebelum perubahan permukaan laut, sehingga bermanfaat untuk peringatan lebih awal.

"Ini sangat menarik karena kami menemukan bahwa pengamatan perubahan permukaan laut tersebut sesuai dengan data magnetik serta simulasi teoretis,” kata Zhiheng Lin, ahli geofisika Universitas Kyoto dikutip SINDOnews dari laman phys.org, Rabu (22/21/2021).

Studi baru ini memberikan bukti nyata untuk memprediksi ketinggian gelombang tsunami menggunakan medan magnet tsunami. Penelitian ini menggunakan data dari dua peristiwa tsunami 2009 di Samoa dan tsunami 2010 di Chile. (Baca juga; Ini Bedanya Mobil Jadi Korban Tsunami dengan Korban Banjir )

Penelitian ini diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Geofisika AGU: Bumi Padat, yang berfokus pada fisika dan kimia Bumi padat. Studi tersebut mengkonfirmasi bahwa medan magnet yang dihasilkan oleh tsunami tiba sebelum perubahan permukaan laut. Besarnya medan magent dapat digunakan untuk memperkirakan tinggi gelombang tsunami.
Prediksi Ancaman Tsunami Lebih Cepat, Ilmuwan Deteksi Lewat Perubahan Medan Magnet

Seberapa awal medan magnet tiba bergantung pada kedalaman air, tetapi dalam penelitian menemukan waktu kedatangan awal sekitar satu menit, sebelum perubahan permukaan laut pada lautan sedalam 4.800 meter. Informasi ini dapat memberikan peringatan dini bencana jika dimasukkan ke dalam model risiko tsunami sehingga dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Tim peneliti melihat pengukuran simultan perubahan permukaan laut dari data tekanan dasar laut dan medan magnet pada dua tsunami itu. Mereka menemukan bahwa kedatangan utama medan magnet, mirip dengan awal gelombang seismik. Ini dapat digunakan untuk peringatan dini, karena medan magnet yang dihasilkan tsunami sangat sensitif, bahkan ketinggian gelombang beberapa sentimeter pun dapat dideteksi.

"Mereka melakukan sesuatu yang pada dasarnya perlu dilakukan. Kami membutuhkan studi untuk membandingkan data medan magnet dengan perubahan permukaan laut. Jadi itu pasti sangat berguna," kata Neesha Schnepf, peneliti geomagnetik University of Colorado. (Baca juga; BMKG Jelaskan Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon Hanya Mitigasi Skenario Terburuk )

Ketika para peneliti membandingkan komponen horizontal dan vertikal dari medan magnet tsunami dengan perubahan permukaan laut, mereka menemukan bahwa kedua komponen dapat secara tepat memprediksi perubahan permukaan laut . Ini dengan menyertakan data yang baik tentang kedalaman laut dan struktur listrik di bawah dasar laut.

"Saya pikir tujuan praktisnya meningkatkan kemampuan memprediksi, baik tentang area mana yang mungkin perlu diperingatkan dan seberapa parah tsunami itu akan menghantam tempat-tempat tertentu," kata Schnepf.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Patahan Bumi Raksasa...
Patahan Bumi Raksasa Tersembunyi Ditemukan di Titik Rawan Gempa
Struktur Zig-Zag Ditemukan...
Struktur Zig-Zag Ditemukan di Medan Magnet Bumi
Penyebab Tsunami 30...
Penyebab Tsunami 30 Meter yang Melanda Alaska pada 10 Agustus Lalu Terungkap
Superkomputer Tercepat...
Superkomputer Tercepat di Dunia Bisa Memprediksi Tsunami dalam 0,2 Detik
Fenomena Alam Ini Terdeteksi,...
Fenomena Alam Ini Terdeteksi, Ilmuwan Memperingatkan Tsunami Dahsyat di AS
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan dalam 2 Dekade Terjadi hingga 2024
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Meksiko...
Piala Dunia 2026: Meksiko Bidik Start Sempurna, Afrika Selatan Jadi Korban Pertama?
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
Bumi Berputar Lebih...
Bumi Berputar Lebih Cepat, Hari Ini Pergantian Waktu Sangat Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved