Terpantau Keluar dari Rotasinya, Astronom Sebut Matahari Mulai Tidak Stabil
Sabtu, 18 Desember 2021 - 08:11 WIB
“Penghamburan massa ini secara teoritis juga bisa terjadi di matahari kita. Pengamatan ini dapat membantu kita lebih memahami bagaimana peristiwa serupa telah mempengaruhi bumi, dan bahkan planet Mars selama miliaran tahun terakhir, ”kata rekan penulis studi tersebut, Yuta Notsu dari Laboratorium Fisika Atmosfer dan Luar Angkasa (LASP).
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature, menunjukkan bahwa bintang merah kerdil tipe-M tidak stabil seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Bintang-M mengacu pada bintang paling melimpah di alam semesta dan bintang terkecil yang memiliki bahan bakar hidrogen. Jenis bintang ini biasanya memiliki massa sekitar 0,6 kali massa Matahari.
Namun, matahari tampaknya kurang aktif dibandingkan bintang serupa dalam hal variasi kecerahan yang disebabkan oleh bintik matahari dan fenomena lainnya.
Para peneliti kemarin mengatakan bahwa mereka sedang mempelajari 369 bintang yang mirip dengan matahari untuk melihat suhu permukaan, ukuran, dan periode rotasinya. Studi menunjukkan bintang-bintang rata-rata menampilkan perbedaan kecerahan lima kali lebih banyak daripada Matahari.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature, menunjukkan bahwa bintang merah kerdil tipe-M tidak stabil seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Bintang-M mengacu pada bintang paling melimpah di alam semesta dan bintang terkecil yang memiliki bahan bakar hidrogen. Jenis bintang ini biasanya memiliki massa sekitar 0,6 kali massa Matahari.
Namun, matahari tampaknya kurang aktif dibandingkan bintang serupa dalam hal variasi kecerahan yang disebabkan oleh bintik matahari dan fenomena lainnya.
Para peneliti kemarin mengatakan bahwa mereka sedang mempelajari 369 bintang yang mirip dengan matahari untuk melihat suhu permukaan, ukuran, dan periode rotasinya. Studi menunjukkan bintang-bintang rata-rata menampilkan perbedaan kecerahan lima kali lebih banyak daripada Matahari.
Lihat Juga :