Panen Sayuran Melimpah di Rumah Kaca Antartika, Pertanda Baik untuk Kolonisasi Mars
Minggu, 12 Desember 2021 - 18:09 WIB
Setelah sembilan minggu sayur mayur dan rempah-rempah yang ditanam akhirnya bisa dipanen secara melimpah. Keberhasilan ini menunjukkan harapan untuk misi luar angkasa di masa depan, di antaranya koloni ke Mars. (Baca juga; Lubang Ozon di Atas Antartika Semakin Membesar, NASA Sebut Luasnya 24,8 Juta Km Persegi )
"Kami belum pernah bisa menanam begitu banyak varietas sayuran dan rempah yang berbeda selama misi musim dingin dengan EDEN ISS," Daniel Schubert, pemimpin proyek EDEN ISS dari DLR, dikutip SINDOnews dari laman space.com, Minggu (12/12/2021).
Beberapa sayur mayur yang ditanam oleh Ilmuwan NASA Jess Bunchek, sebelumnya sudah pernah dicoba ditanam di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Para ilmuwan berencana untuk membandingkan bagaimana tanaman tumbuh di rumah kaca "luar angkasa" berbasis Bumi dibandingkan dengan yang tumbuh di dua taman mini di pos orbit, eksperimen Veggie dan Advanced Plant Habitat.
"Saya lega dengan tanaman ini telah tumbuh secara baik sejauh ini. EDEN ISS unik dan inovatif dalam hal itu. Kami mengumpulkan sejumlah besar data tentang kinerja dan ketahanan sistem, kesehatan dan produksi tanaman, lingkungan dan mikrobiologi tanaman, keamanan pangan, nutrisi, psikologi kru dan input yang diperlukan seperti daya, air dan waktu kru," kata Bunchek.
Para ilmuwan juga mempelajari manfaat kesehatan mental berada di sekitar tanaman hijau dan memiliki akses ke makanan segar juga merupakan bagian penting dari percobaan. Sama seperti astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional, kru Antartika benar-benar terisolasi di lingkungan yang tidak bersahabat.
“Menyuntikkan sedikit warna dan kehidupan ke dalam rutinitas harian kru, dapat membantu menjaga semangat mereka. Neumayer adalah tempat yang bagus untuk studi semacam ini, sebagai perbandingan dengan kondisi di luar angkasa,” ujar Bunchek yang telah menghabiskan waktu hampir satu tahun di Stasiun Neumayer III dan akan pulang pada awal 2022.
"Kami belum pernah bisa menanam begitu banyak varietas sayuran dan rempah yang berbeda selama misi musim dingin dengan EDEN ISS," Daniel Schubert, pemimpin proyek EDEN ISS dari DLR, dikutip SINDOnews dari laman space.com, Minggu (12/12/2021).
Beberapa sayur mayur yang ditanam oleh Ilmuwan NASA Jess Bunchek, sebelumnya sudah pernah dicoba ditanam di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Para ilmuwan berencana untuk membandingkan bagaimana tanaman tumbuh di rumah kaca "luar angkasa" berbasis Bumi dibandingkan dengan yang tumbuh di dua taman mini di pos orbit, eksperimen Veggie dan Advanced Plant Habitat.
"Saya lega dengan tanaman ini telah tumbuh secara baik sejauh ini. EDEN ISS unik dan inovatif dalam hal itu. Kami mengumpulkan sejumlah besar data tentang kinerja dan ketahanan sistem, kesehatan dan produksi tanaman, lingkungan dan mikrobiologi tanaman, keamanan pangan, nutrisi, psikologi kru dan input yang diperlukan seperti daya, air dan waktu kru," kata Bunchek.
Para ilmuwan juga mempelajari manfaat kesehatan mental berada di sekitar tanaman hijau dan memiliki akses ke makanan segar juga merupakan bagian penting dari percobaan. Sama seperti astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional, kru Antartika benar-benar terisolasi di lingkungan yang tidak bersahabat.
“Menyuntikkan sedikit warna dan kehidupan ke dalam rutinitas harian kru, dapat membantu menjaga semangat mereka. Neumayer adalah tempat yang bagus untuk studi semacam ini, sebagai perbandingan dengan kondisi di luar angkasa,” ujar Bunchek yang telah menghabiskan waktu hampir satu tahun di Stasiun Neumayer III dan akan pulang pada awal 2022.
Lihat Juga :