Ini Perbedaan Komodo dengan Biawak yang Ternyata Masih Satu Genus

Minggu, 21 November 2021 - 13:02 WIB
Satu komodo dapat menghasilkan sekitar 20 telur per musim dan akan mengerami telurnya hingga delapan bulan. Ketika komodo muda lahir, mereka rentan dimangsa komodo lainnya karena reptil ini memang dikenal sebagai hewan karnivora yang buas.

Berbeda dengan biawak air yang kulitnya digunakan untuk aneka kerajinan tangan, kulit komodo tidak terlalu cocok untuk produk kulit. Kulitnya memiliki tulang kecil yang disebut “osteoderm” yang akan melindunginya dari pemangsa.

Komodo adalah biawak terbesar yang masih ada, dengan panjang bisa mencapai 3 meter dan berat sekitar 70 kilogram. Sebelum biawak, ada genus Megalania yang punah 50.000 tahun lalu yang memiliki panjang 7 meter dan berat hingga 620 kilogram.

BACA JUGA: Cara Menyembunyikan Chat WhatsApp Secara Permanen dari Si Kepo

Sebagian besar peneliti percaya bahwa ukuran komodo adalah produk dari evolusi genetik dan gigantisme pulau. Satu teori mengatakan bahwa komodo makhluk purba yang berevolusi sebelum genus lainnya mati mirip dengan cara genus Megalania punah.

Teori lain menunjukkan bahwa karena komodo hanya ada di bagian tertentu di Indonesia sehingga tidak ada karnivora lain untuk bersaing mencari makan sehingga tetap ada sampai saat ini.

Dalam ekosistem tempat keberadaan komodo, ia mendominasi ekosistem tempat tinggalnya. Komodo memangsa apa pun, mulai dari invertebrata hingga mamalia yang ditemuinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!