Dokter dan Pakar Pangan: Air Galon Guna Ulang Aman dan Belum Pernah Sebabkan Kanker
Selasa, 16 November 2021 - 14:15 WIB
“Jujur, saya sendiri belum pernah ada pasien yang datang karena riwayat penggunaan air galon isi ulang kemudian mengakibatkan terjadinya kelainan pada tubuhnya atau kelainan pada organ yang lain. Belum pernah ada untuk kasus keganasan (kanker) atau gangguan pencernaan pada orang dewasa yang datang berobat ke rumah sakit tempat saya praktik karena mengonsumsi air galon,” katanya.
Hal senada juga disampaikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Dr M Alamsyah Azis SpOG(K) MKes KIC dan pakar pangan dari Universitas Trilogi Hermawan Seftiono SSi MSi. Dokter Alamsyah mengatakan, belum ada seorang ibu hamil yang janinnya terganggu kesehatannya karena mengonsumsi air galon guna ulang.
Dia mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kesehatan janin itu adalah asupan gizi. “Jadi, saya belum pernah menemukan dari pasien ada keluhan karena mengonsumsi air galon guna ulang,” tukasnya. (Baca juga; Percepat Akses Air Minum dan Sanitasi Layak di Indonesia )
Sedangkan Hermawan menambahkan, berdasarkan pengujian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), air galon guna ulang dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Sebab, migrasi BPA-nya hanya 0,033 bpj atau jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan BPOM yaitu 0,6 bpj.
Selain itu, menurut Hermawan, jika sudah memiliki izin edar, berarti produk air galon guna ulang itu pasti sudah memiliki SNI (Standar Nasional Indonesia). Artinya, sudah melewati pengujian di laboratorium berakreditasi. “Jadi, sebenarnya dengan memakai air galon yang telah memenuhi standar SNI, produk itu sudah aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Dr M Alamsyah Azis SpOG(K) MKes KIC dan pakar pangan dari Universitas Trilogi Hermawan Seftiono SSi MSi. Dokter Alamsyah mengatakan, belum ada seorang ibu hamil yang janinnya terganggu kesehatannya karena mengonsumsi air galon guna ulang.
Dia mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kesehatan janin itu adalah asupan gizi. “Jadi, saya belum pernah menemukan dari pasien ada keluhan karena mengonsumsi air galon guna ulang,” tukasnya. (Baca juga; Percepat Akses Air Minum dan Sanitasi Layak di Indonesia )
Sedangkan Hermawan menambahkan, berdasarkan pengujian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), air galon guna ulang dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Sebab, migrasi BPA-nya hanya 0,033 bpj atau jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan BPOM yaitu 0,6 bpj.
Selain itu, menurut Hermawan, jika sudah memiliki izin edar, berarti produk air galon guna ulang itu pasti sudah memiliki SNI (Standar Nasional Indonesia). Artinya, sudah melewati pengujian di laboratorium berakreditasi. “Jadi, sebenarnya dengan memakai air galon yang telah memenuhi standar SNI, produk itu sudah aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.
(wib)
Lihat Juga :