Membersihkan Sampah Luar Angkasa Tanpa Menghentikan Eksplorasi Antariksa

Minggu, 14 November 2021 - 15:12 WIB
Tujuannya untuk menyediakan layanan internet broadband nirkabel yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Belum lagi satelit lain yang berfungsi untuk komunikasi, navigasi, bantuan militer, pengamatan bumi, ramalan cuaca, pencarian mineral, dan banyak lainnya. (Baca juga; China Luncurkan Misi Antariksa Berawak, Bangun Stasiun Luar Angkasa Tianhe )

Membersihkan orbit Bumi dari sampah luar angkasa juga proses yang mahal dan rumit. Untuk itu, para peneliti dan badan antariksa terus memikirkan dan mengembangkan metode baru untuk membersihkan sampah luar angkasa tanpa mengurangi eksplorasi ke antariksa.

Sekitar tahun 2012, dikutip dari laman zmescience, sekelompok peneliti yang bekerja di EPFL (Swiss Federal Institute of Technology) muncul dengan ide satelit khusus yang disebut CleanSpaceOne. Metode ini sederhana, yaitu mengambil potongan sampah luar angkasa dan menyeret kembali ke bumi agar hancur terbakar oleh panas atmosfer.

Ide ini terdengar menjanjikan, tetapi juga akan mahal, dan menjatuhkan satelit satu per satu tentu akan sangat memakan waktu. Pada tahun 2016, Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang mengirim tether elektrodinamik di luar angkasa yang dapat mengarahkan sampah antariksa ke atmosfer Bumi dengan menggunakan medan magnet planet.

Beberapa tahun kemudian, Surrey Space Center di Inggris meluncurkan proyek RemoveDEBRIS pada April 2018. Proyek ini difokuskan untuk mendorong dan mendemonstrasikan berbagai teknologi pembuangan sampah antariksa. Di bawah inisiatif RemoveDEBRIS, efektivitas metode yang melibatkan jaring, tombak, dan layar seret untuk menangkap sampah luar angkasa diuji.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!