Membersihkan Sampah Luar Angkasa Tanpa Menghentikan Eksplorasi Antariksa

Minggu, 14 November 2021 - 15:12 WIB
Para peneliti di Universitas Purdue juga mengembangkan layar tarik bernama Spinnaker3 pada tahun 2020. Layar tarik yang kuat ini adalah cara yang efisien dan hemat biaya untuk menangani sampah luar angkasa karena tidak memerlukan bahan bakar apa pun selama pengoperasiannya. Selain itu, dapat menyeret puing-puing sampah luar angkasa seukuran roket ke atmosfer Bumi sehingga hancur dengan aman. Spinnaker3 diperkirakan akan diluncurkan pada November 2021 dengan roket Firefly.

Astroscale, perusahaan pengangkut sampah orbit dari Jepang, meluncurkan satelit ELSA-d (End-of-Life Services by Astroscale-demonstration) pada Maret 2021. Sistem penghilangan puing canggih ini menggunakan teknologi penangkapan satelit magnetik untuk mengambil satelit kecil yang tidak aktif dari orbit Bumi. ELSA-d berhasil menyelesaikan tes penangkapan satelit pertamanya pada 25 Agustus 2021, dan sekarang melanjutkan ke fase berikutnya dari proses pembuangan sampah antariksa.

Meskipun masalah sampah luar angkasa, saat ini belum menjadi masalah besar yang mendesak, tetapi perlu segera dicari solusinya untuk menangani secara efisien. Jadi ketika eksplorasi keluar angkasa semakin maju dan menjadi tujuan wisata, antariksa di sekitar orbit Bumi akan memiliki lingkungan yang bersih, hijau, dan pemandangan orbit yang indah.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!